oleh

Gaji Tak Kunjung Dicairkan, Karyawan PT Parasawita Kembali Demo

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Ratusan karyawan perkebunan PT Parasawita menggelar aksi demo di Kantor Bupati Aceh Tamiang, Selasa (2/4). Mereka menuntut perusahaan segera membayarkan gaji yang sudah tidak dicairkan selama 4,5 bulan.

Pantauan Penanegeri.com, aksi Unras yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB itu dikarenakan para buruh kecewa, sebab telah dibohongi lagi oleh perusahaan yang berjanji akan membayar gaji mereka namun tak kunjung terealisasi.

Aksi tersebut di Koordinatori Suherman, SE selaku Sekretaris DPC Sarbumusi Aceh Tamiang dan Zulbasri sebagai Ketua PUK Sarbumusi Kecamatan Seruway. Selain membawa pengeras suara, karyawan juga membawa peralatan dapur seperti wajan, priok, kompor dan lainnya. Para buruh, ingin bermalam di kantor Bupati jika tuntutan mereka tidak ditanggapi pemda setempat.

“Kami kecewa atas sikap perusahaan yang sampai dengan saat ini belum merealisasikan pembayaran gaji. Padahal perusahaan sudah berulangkali membuat perjanjian kepada kami,” ucap Suherman saat berorasi.

Gelombang massa buruh kebun ini terdiri laki-laki dan perempuan diperkirakan sekitar 150 orang, datang mengendarai sepeda motor dan mobil bak terbuka. Raut wajah mereka tampak kecewa sembari membawa sejumlah poster dan spanduk sindiran terhadap perusahaan. Buruh juga berorasi dan meneriakkan yel-yel di depan Kantor Bupati

Baca Juga  Paska Dialog Bersama Wabup, PT Parasawita Bayar Upah Karyawan

Adapun tuntutan karyawan dalam aksi ini ada tujuh poin menyangkut hak normative yang sudah dilindungi UU diantaranya, pembayaran gaji 4,5 bulan yang nunggak, pemerintah jangan tutup mata terhadap nasib karyawan, bayarkan BPJS kesehatan dan Ketenagakerjaan buruh dan karyawan yang sudah layak pensiun segera dipensiunkan sesuai UU Ketenagakerjaan.

Tak lama berorasi para karyawan dijumpai Wakil Bupati Aceh Tamiang Drs Iskandar Zulkarnain, MAP dan Asisten I Bidang Pemerintahan, Mix Donald, SH. Namun suasana nyaris ricuh saat tanggapan Wakil Bupati tidak dapat diterima oleh buruh. Tak ayal sempat terjadi aduh mulut antara Wabup Iskandar dan buruh yang menuntut haknya.

Semntara itu, sekitar tiga pleton personel kepolisian dari Polres Aceh Tamiang termasuk Polwan turun mengamankan jalannya aksi demonstran, sambil membentuk pagar betis menghalau massa yang coba menerobos masuk ke kantor Bupati.

“Pemda sudah lebih 10 kali membuat pertemuan dengan pihak perusahaan, jangan tuding kami tidak berbuat apa-apa. Kami sudah menindak lanjuti tuntutan buruh ini, bahkan sudah melayangkan somasi kepada perusahaan,” terang Wabup Iskandar Zulkarnain, dihadapan para demonstran.

Baca Juga  Tuntut Tunda Pelantikan Bupati, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Simeulue Berencana Demo di Kantor Gubernur

Wabup juga mempersilahkan karyawan Parasawita untuk melaporkan ke pihak berwajib jika tuntutan pembayaran gaji mereka tidak direalisasikan. Namun pihaknya melarang karyawan menyegel perusahaan karena karyawan dan pemda tidak berhak.

“Silahkan tempuh jalur hukum, pemda akan mendampingi buruh. Tapi jangan main segel perusahaan, itu tidak sembarangan, harus ada keputusan hukum. Penyegelan perusahaan dapat dilakukan apabila ada perwakilan dari karyawan yang membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian sehingga pihak kejaksaan dapat melakukan eksekusi terhadap perusahaan,” sarannya.

Didampingi Asisten I Mix Donald, Wabup merasa perihatin dengan nasib yang dialami oleh para karyawan Parasawita saat ini. Namun pemda juga tidak lepas tangan atas permasalahan buruh tersebut. Pemda sudah memfasilitasi dengan memanggil perusahaan agar permasalahan cepat diselesaikan.

 

Komentar

Berita Terbaru