oleh

Ganti Rugi Lahan Tuntas Sebagian, Pembangunan Fisik RS Regional Bireuen Dimulai 2020

PENANEGERI, Bireuen – Ganti rugi lahan lokasi pembangunan rumah sakit umum regional di kawasan Cot Buket, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen tuntas. Sementara rencana pembangunan fisik akan dilakukan mulai tahun 2020.

Pembanyaran lahan yang awalnya ditargetkan terbayar mencapai 24 hektare lebih, namun baru terbayar hanya seluas 8 hektare sesuai anggaran yang tersedia. Sedangkan anggaran yang tersedia untuk ganti rugi dalam APBK Bireuen sebesar Rp 11,9 miliar.

Direktur rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, dr Mukhtar MARS kepada Penanegeri.com, Rabu (25/12) menjelaskan, untuk awal pembangunn fisik serta pengadaan peralatan kesehatan membutuhkan dana besar.

“Setelah proses ganti rugi lahannya selesai, maka hak atau sertifikatnya akan kita dibawa ke Dinkes Aceh guna ditindaklanjuti kembali,” ucapnya.

Dijelaskan Muhktar, pembangunan fisik nantinya dilakukan oleh tingkat provinsi melalui Dinkes Aceh dan diperkirakan, pembangunan fisik ini akan menghabiskan dana ratusan miliar dan harus dilakukan bertahap setiap tahun anggaran.

“Apabila akan dimulai tahun 2020, maka akan target rampung pembangunan tiga atau hingga empat tahun ke depan, dan ini butuh kesabaran,” ungkapnya.

Awalnya, sambung Muhktar, untuk mencari lahan rencana pembangunan rumah sakit telah menyita waktu hingga hampir sembilan tahun dan setiap lokasi terdapat berbagai kendala.

Terakhir, tambah Muhktar ditetapkan kawasan Cot Buket dan rencananya rumah sakit Regional ini nantinya akan dibangun dengan anggaran Pemerintah Aceh.

“Rumah sakit ini nantinya tetap menjadi rumah sakit rujukan, baik Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara dan Pidie Jaya, Bener Meriah serta Aceh Tengah,” sebutnya.

Lanjut Muhktar, pasien nantinya tidak boleh lagi dirujuk langsung ke Banda Aceh, kecuali rujukan berdasarkan dari rumah sakit Regional.

“Sebenarnya, awal status rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen sudah regional, tetapi belakangan tidak diperketat lagi, alasannya akibat daya tampung pasien yang terbatas, termasuk persoalan lahan parkir,” terangnya.

Kita berharap, dengan berdirinya rumah sakit tersebut nantinya, dapat menjadi pengembangan wilayah Bireuen, terutama pengembangan ekonomi masyarakat.

“Tujuan utama Bireuen ini terus berkembang dan akan menjadi pengembangan kota Bireuen yang lebih baik, masyarakat sendiri akan lebih diuntungkan dengan adanya rumah sakit Regional ini nantinya,” tutup Direktur RSUD dr Fuaziah Bireuen itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *