oleh

Gas Elpiji 3 Kilogram Masih Tetap Langka di Bireuen

PENANEGERI, Bireuen – Hingga saat ini persediaan gas elpiji 3 kilogram bersubsidi di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Bireuen masih tetap langka. Kalaupun tersedia di kios pengecer harganya mencekik leher, Sabtu (17/8).

Sementara, pemerintah Bireuen melalui dinas terkait hingga kini belum mampu melakukan apa-apa, kecuali berkoar-koar bila sudah diberitakan media.

Menurut sejumlah warga di Kecamatan Jeumpa, Bireuen kepada Penanegeri.com, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram sudah terjadi dua pekan terakhir ini.

“Gas elpijinya memang ada, tapi mahal, bahkan ada dikios pengecer menjual sampai Rp 30 ribu pertabung, alasa mereka, tidak ada gas yang masuk,” ujar Ramli Harun.

Seharusnya, tambah Ramli dinas terkait memantau kondisi di lapangan, terutama pangkalan yang diduga sangat bertolak belakang dengan izin dikeluarkan dinas selama ini.

“Kalau dilihat aturannya, gas elpiji 3 kilogram bersubsidi harga dijualnya Rp 18.000 per tabung. Sementara sekarang dijual sudah diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Jadi dimana juga peran dinas,” tuturnya.

Tak hanya di kecamatan Jeumpa, kelangkaan gas elpiji subsidi juga terjadi di beberapa kecamatan lainnya, seperti di Kuala serta dibeberapa kecamatan lainnya.

Baca Juga  Persiapan Piala Gubernur, Marching Band SMPN 1 Bireuen Gunakan Alat Lama

“Saya kemarin harus beli di kawasan Kota Juang, tapi harganya luar biasa mahal dan mencapai 31 ribu pertabung, alasan pihak kios pengecer, tak ada gas. Mau tak mau terpaksa saya beli, karena keperluan memasak,” ucap Kurniawati seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Kuala.

Komentar

Berita Terbaru