oleh

Gatot Nurmantyo Menjawab Soal Isu Kebangkitan PKI

PENANEGERI, Jakarta- Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berdialog dengan para jamaah Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan pada hari Sabtu (3/3). Salah satu yang ditanyakan oleh jamaah yang hadir adalah mengenai kebenaran soal isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Atas pertanyaan itu, Gatot Nurmantyo pun mewanti-wanti soal bahaya laten PKI.

“PKI tetap hidup seperti setan, tak terlihat,” kata Gatot di hadapan para jamaah Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Sabtu, 3 Maret 2018.

Gatot Nurmantyojuga meminta agar masyarakat tidak reaktif menanggapi isu-isu yang beredar.

Gatot Nurmantyo menganjurkan agar umat Islam tidak tersulut dan terbawa skenario-skenario yang tidak diinginkan.

“Jadi kita harus waspada, kalau ada perkembangan kan ada Babinsa, RT, atau RW, silakan (melapor). Karena orang akan merebut Indonesia dengan cara tangan bersih tanpa biaya, menumpangi apapun,” kata Gatot Nurmantyo.

Namun kalau umat muslim bersih, tidak mudah emosi maupun gampang marah, dia yakin oknum-oknum tak bertanggung jawab juga tak bisa apa-apa.

Dalam kesempatan kuliah subuh bersama para jamaah Masjid Al-Azhar itu Gatot Nurmantyo juga menyatakan bahwa saat ini hanya Indonesia yang bisa menjadi representasi Islam sebagai rahmat bagi semesta.

Baca Juga  Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo Tampil dalam acara FGD di Senayan

Bangsa Indonesia bisa menunjukkan itu kepada dunia internasional tentang Islam yang damai atau Islam rahmatan lil’alamin.

“Karena kita tinggal di Indonesia, inilah yang dapat menggambarkan bagaimana Islam yang membawa rahmat dan kasih sayang kepada umat semesta alam,” ujarnya.

Demikian disampaikan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat menghadiri dialog dan Kuliah Subuh bertema “Membangun dan Mewarnai Indonesia” yang bertempat di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (3/3) pagi.

Maka Gatot Nurmantyo juga meminta kepada umat Islam Indonesia untuk menyimpan segala perbedaan yang ada dan lebih menonjolkan persatuan bangsa.

“Kita ini Islam rahmatan lil’alamin. Jadi mari tunjukan bahwa kita benar-benar Islam yang damai. Simpan perbedaan tonjolkan persatuan. Mari bersama-sama satukan hati untuk Indonesia,” ucapnya. (*)

 

Komentar

Berita Terbaru