oleh

Gelar Aksi Peduli Palestina, Muslim Aceh Tamiang Minta Donald Trump Ditangkap

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Aksi peduli Palestina yang digelar gabungan organisasi masyarakat (Ormas) dan pelajar sekitar 1000 orang dipusatkan di halaman Gedung DPRK Aceh Tamiang, Jumat (19/1)

Amatan Penanegeri.com dilokasi, sekitar pukul 14.30 WIB massa yang mengenakan pakaian serba putih melalukan longmarch dari Mesjid Syuhada, Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru menuju Kantor DPRK Aceh Tamiang yang berjarak sekitar 700 meter dari titik berkumpul.

Setibanya di Gedung Legislatif itu, massa membaca doa bersama untuk keamanan Palestina dan dilanjutkan dengan menampilkan aksi teatrikal membakar bendera Israel. Segenap umat Islam di Bumi Muda Sedia ini mengutuk tindakan Presiden AS, Donal Trump sebagai kejahatan manusia dan HAM sekaligus musuh umat Islam sedunia.

Sambil membentangkan spanduk, poster dan bendera negara Palestina, massa aksi berorasi didepan Kantor DPRK. Perwakilan mahasiswa, Adi juga mengajak peserta aksi untuk berinfaq sebagai bentuk jihad dalam membela saudara muslim di Palestina.

Aksi Peduli Palestina

“Kami minta Donal Trump harus ditangkap dan diproses PBB. Hari ini masyarakat Aceh Tamiang berkumpul untuk menyatakan sikap dan berjuang untuk membantu saudara seiman di Palestina semoga menjadi negara yang merdeka,” demikian massa berteriak.

Baca Juga  Camat Tamiang Hulu : Pedagang Senang Diarahkan untuk Ketertiban

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Tamiang, H T Insyafuddin, yang turut hadir dalam aksi damai peduli Palestina dalam orasinya menyatakan, berkumpulnya umat muslim disini adalah rahmat Allah, walaupun kita tidak ada di negeri Palestina tapi masyarakat Aceh Tamiang sangat peduli untuk membantu saudara-saudara muslim di Palestina dengan dana, tenaga serta doa.

“Kita buktikan bahwa masyarakat Aceh Tamiang sangat cinta kepada negara Palestina yang seiman dengan kita,” ujar Wabup.

Setelah berorasi, selanjutnya massa diterima pimpinan DPRK Aceh Tamiang dan sejumlah anggota dewan. Setelah menerima, wakil rakyat Aceh Tamiang turut berbaur dengan massa dan mendukung aksi solidaritas sesama umat muslim tersebut.

Meski menggelar aksi damai, pergerakan setiap massa aksi tetap mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Aceh Tamiang. Aksi peduli Palestina tersebut diakhiri dengan penyerahan petisi berupa pernyataan sikap oleh perwakilan mahasiswa kepada pimpinan DPRK untuk diteruskan kepada pemerintah RI.

Adapun 10 poin pernyataan sikap dari umat muslim Aceh Tamiang diantaranya, Donald Trump telah melanggar HAM dan merusak usaha perdamaian antara Palestina dan Israel yang selama ini diusung dunia.

Baca Juga  Bupati Aceh Tamiang Tinjau Lokasi Banjir dari Tenda Posko

Mendesak Amerika untuk mengakui kemerdekaan Palestina dengan menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota Palestina dan mencabut kedutaan Amerika untuk lsrael di Yerusalem. Mendesak negara-negara lain untuk memutuskan hubungan diplomatik terhadap Amerika dan lsrael. Mendukung hasil KTT OKI yakni mendorong perwujudan hak-hak kemerdekaan rakyat Palestina.

Apabila Amerika tidak segera mencabut pernyataan itu, maka Amerika tidak pantas untuk menjadi delegasi perdamaian dunia. Dan apabila dengan semua itu Amerika belum juga bergeming, maka umat Indonesia mendesak PBB untuk menggelar sidang istimewa dengan memberikan sanksi.

Sekitar pukul 16.00 WIB, ribuan massa aksi damai itu membubarkan diri masing-masing secara tertib untuk melaksanakan Shalat Ashar berjamaah dengan mendapatkan pengawalan ketat dari kepolisian setempat.

Komentar

Berita Terbaru