oleh

GeRAK Bireuen Kawal Proses Penyelidikan Kasus Pemalsuan Data Muallaf

PENANEGERI, Bireuen – Perwakilan Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh di Kabupaten Bireuen akan melakukan pengawalan proses penyelidikan kasus pemalsuan data kependudukan terhadap Siti Ainsyah Sianipar (35) warga Cot Buket, kecamatan Peusangan, Bireuen.

Pasca dinyatakan Siti Aisyah tidak terdaftar di dokumen manapun, termasuk BPJS karena statusnya dinyatakan telah meninggal dunia saat berobat ke Bidan Desa (Bides) setempat usai mengalami gangguan penglihatan.

Lalu Siti Aisyah Sianipar melaporkan ke pihak kepolisian  terkait dugaan pemalsuan dokumen pada tanggal 21 Desember 2019, dengan  laporan No : LP. B/ 201/ XII/ Res.1.9./2019/ SPKT/ Res Bireuen.

Menurut perwakilan GeRAK Aceh di Bireuen, Murni M Nasir kepada Penanegeri.com, Sabtu (8/2), pihak dari ibu Siti Aisyah ini menyampaikan agar permasalahan ini cepat terselesaikan, dan memberikan efek jera kepada pihak manapun yang melakukan kesalahan fatal tersebut.

“Dari keteranganya, sesuai dengan laporan tersebut Polres Bireuen dengan surat perintah penyelidikan No : Sp. Lidik/ 03/ I/ 2020/ Satreskrim Tanggal Januari telah memeriksa beberapa saksi terkait kasus tersebut,” katanya.

Selanjutnya dilakukan penyelidikan oleh penyidik ditemukan adanya dugaan tindak pidana pemalsuan surat atau memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentic sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 Jo 266 KUHPidana yang dilakukan oleh saudara Zahrul A Rahman dengan cara membuat surat keterangan meninggal dunia atas nama saudari Siti Aisyah Sianipar.

Maka berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, status hukum ditingkatkan ke tahap penyidikan, sesuai dengan pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan no surat : B/ 37/ I/ 2020/ Satreskrim Polres Bireuen.

Dibagian lain, Murni M Nasir mengatakan, pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Didukcapil)  Bireuen juga menyampaikan telah mengaktifkan kembalai seluruh data identitas hukum Siti Aisyah Sianipar.

Terhitung tanggal 10 Januari 2020, Disdukcapil melalui Sekdes gampong Cot Buket sudah menyerahkan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk diserahkan ke Siti Aisyah, salah satu tujuan nya agar Siti Aisyah segera bisa mengurus BPJS  untuk pengobatan mata beliau.

Dikatakan Murni, dalam kasus ibu Siti Aisyah pihaknya akan menfasilitasi dua hal, pertama adalah kepemilikikan kembali identitas hukum (KK, KTP dan hal lainnya terkait pelayanan publik) dan pendampingan hukum terkait dugaan pemalsuan dokumen  Siti Aisyah dan ini akan terus berlanjut sampai dengan selesai.

“Kita akan melakukan pengawalan, tujuannya agar Siti Aisyah segera bisa mengurus BPJS untuk pengobatan mata beliau, dan Alahmadulillah saya juga sudah menghubungi Bides Desanya, dan akan membantu memfasilitasi pengurusan BPJS hari Senin ini,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *