oleh

Gerebek Rumah Kos, Janda Tiga Anak Bersama Seorang Pemuda Diamankan WH dan Warga

-Aceh-1.328 views

PENANEGERI, Langsa – Warga Gampong Meurandeh Dayah Kecamatan Langsa Lama bersama polisi Wilayatul Hisbah (WH) menggerebek sebuah rumah kos di gampong setempat, Minggu (2/12) sekira pukul 02. 00 WIB dan berhasil mengamankan janda tiga anak bersama seorang pemuda.

“Kedua pelaku yang diduga berbuat mesum itu adalah, Sy (31) berstatus janda memiliki tiga orang anak, warga Gampong Sungai Pauh Pusaka, Kecamatan Langsa Barat, sementara laki laki adalah R (23) warga Simpang Semadam, Aceh Tenggara yang saaat ini kos di komplek kos-kosan gampong setempat,” Sebut Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa Drs H Ibrahim Latif MM kepada Penanegeri.com, Minggu (2/12).

Ia menjelaskan, penggerebekan itu berawal saat pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwa di sebuah rumah kos kawasan Gampong Meurandeh Dayah, Kecamatan Langsa Lama diduga ada praktek mesum.

Berdasarkan laporan itu, kita perintahkan petugas Wilayatul Hisbah (WH) yang piket malam itu untuk meluncur ke lokasi. Setibanya dilokasi, petugas WH bersama masyarakat langsung mendobrak pintu rumah kos tersebut yang sebelumnya telah diintai. Ketika pintu rumah kos terbuka seorang laki-laki sudah berada di ruang tamu sementara yang perempuan bersembunyi di kamar mandi.

Baca Juga  Diduga Berbuat Mesum, Seorang Janda dan Pemuda Diringkus Warga

“Diduga mereka baru saja selesai melakukan hubungan layaknya suami istri (berzina_red). Masyarakat yang sudah tersulut emosi langsung menghadiahkan beberapa pukulan bogem ke arah pelaku mesum tersebut,” ujarnya.

Untuk menghindari terjadi amukan massa, kata Ibrahim Latif, maka kedua pelaku mesum dinaikkan ke mobil patroli WH dan dibawa ke kantor Dinas Syariat Islam setempat untuk proses lebih lanjut.

Kepada petugas, sambung Ibrahim, mereka mengaku telah sering  melakukan hubungan layaknya suami istri baik di tempat kos maupun di tempat lain. Sementara, pada malam itu laki-laki tersebut sengaja membawa perempuan tersebut ke tempat kos dengan tujuan untuk berbuat mesum dan menurut warga hal tersebut sudah berulang kali terjadi, sehingga memicu kemarahan warga.

“Kasus tersebut terus kita dalami  dan kedua pelaku dugaan mesum itu masih kita amankan di Kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa untuk proses lebih lanjut, dan bila cukup barang bukti dan saksi maka kasus tersebut kita serahkan kepada penyidik Polres Langsa untuk diproses hukum cambuk sesuai dengan hukum Qanun Aceh yaitu Qanun Nomor 06 Tahun 2014,” pungkas Ibrahim Latif.

Komentar

Berita Terbaru