oleh

Geuchik Diminta Pantau Wilayahnya agar tidak Kumuh

-Aceh-90 views

PENANEGERI, Langsa – Geuchik dalam wilayah Kota Langsa diminta untuk memantau wilayahnya agar tidak kumuh. Selain geuchik, peran camat dan perangkat gampong juga sangat dibutuhkan.

“Jika tdk ada perhatian dari geuchik, perangkat gampong dan camat maka gampong akan menjadi kumuh,” demikian disampaikan, Wakil Walikota Langsa, Dr. H. Marzuki Hamid, MM, saat membuka acara pelatihan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) bagi geuchik dan camat dalam program kota tanpa kumuh (KOTAKU) Tahun 2018, Rabu (1/8), di Aula Setda Langsa.

Ia menjelaskan, berdasarkan SK Walikota Langsa tahun 2014 luas lahan yang dikatakan kumuh di Kota Langsa seluas 89,235 hektare dan yang terealisasi menjadi tidak kumuh seluas, 71,62 hektar. Sehingga, yang masih tersisa dikatakan kumuh seluas, 17,62 hektare.

“Sisa itu menjadi objek sasaran KOTAKU, agar Kota Langsa benar-benar tidak ada lagi wilayah yang kumuh. Kami berharap kepada masyarakat, geuchik dan stakeholder lainnya untuk menjaga agar jangan ada lagi daerah yang kumuh,” ucapnya.

Lanjutnya, jika ada pembangunan yang tidak tertata dengan bagus, maka diminta untuk diatur agar rapi dan geuchik harus melarangnya.”Jika tidak ada izin, maka diminta untuk berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menertibkannya,” ungkapnya.

Dirinya berharap, kepada seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk saling peduli, sehingga Kota Langsa benar-benar bebas kumuh pada masa yag akan datang sebagaimana harapan kita semua.

Kemudian, dengan adanya pelatihan ini maka nantinya peserta akan diberikan pemahaman-pemahaman dan indikator-indikator apa yang dikatakan kumuh. Kita juga berharap peran, camat dan perangkat gampong agar tempat-tempat kumuh tidak ada di masa yang akan datang.

“Saya yakin banyak manfaat dan keuntungan dari pelatihan. Setelah mendapat pembekalan ini, pada geuchik dan camat agar memberikan sosialisasi kepada perangkat gampong, sehingga bisa bersama-sama menjaga daerahnya agar tidak menjadi kumuh,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia, Maulina Santi, dalam laporannya, menyampaikan, bahwa pelatihan ini diikuti oleh geuchik dari 52 gampong dan camat, yang berlangsung selama 4 hari dan dibagi dalam dua gelombang, yakni gelombang I dilaksanaka sejak tanggal 1 hingga 2 Agustus 2018, dengan peserta sebanyak 29 orang.

Lalu, gelombang ke II dilaksanakan sejak tanggal 5 hingga 6 Agustus 2018, dengan peserta sebanyak 23 orang. Dalam pelatihan ini, kita menghadirkan 3 orang narasumber yang terdiri dari Asisten I Pemko Langsa, Suriyatno, AP. M.SP, Lembaga Pengkajian Pemberdayaan dan Konsultasi (LPPK), Iswantara Adi Nugraha serta Tim Satker Pembangunan Infrastruktur Pemukiman (PI), Yuyun Oriza, ST.

Sementara, pelatihan ini dilaksanakan bertujuan untuk menguatkan kapasitas para camat dan geuchik, sehingga apa yang menjadi program KOTAKU bisa tercapai. Pelatihan itu juga dihadiri oleh Korkot Kota Langsa, Drs Suryadi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *