oleh

GP Malaysia : Lorenzo Mengaku Tak Lihat Instruksi Tim Ducati

PENANEGERI, Moto GP – Jorge Lorenzo mengklaim bahwa dirinya tidak melihat instruksi dari dashboard motor untuk membiarkan rekan setimnya dari Ducati, Andrea Dovizioso, memenangi Grand Prix Malaysia.

Dovizioso memimpin posisi 1-2 tim Ducati di Sepang, mempertahankan peluang gelar juara untuk balapan terakhir di Valencia karena Marc Marquez hanya bercokol di posisi keempat.

Lorenzo menikmati periode di posisi terdepan setelah melewati Johann Zarco di lap ke-9, tapi tim teknis mengaku telah memberi pesan melalui dashboard agar membiarkan Dovizioso melewatinya.

Namun, keunggulannya tidak berpindah tangan sampai akhir lap ke-16, saat Lorenzo terlalu melebar di tikungan terakhir dan membuat Dovi melewatinya.

Ketika ditanya tentang pesan dashboard, Lorenzo mengklaim bahwa dia tidak melihatnya, dan mengatakan bahwa dia baru menyadari pesan tersebut setelah balapan.

“Jujur saja, saya tidak melihat apapun. Saya sangat fokus di tikungan berikutnya, karena dalam hujan Anda tidak bisa kehilangan konsentrasi. Saya kehilangan konsentrasi di Misano dan Anda tahu apa yang terjadi. Anda tahu saya akan mengatakan bahwa saya melihat apakah itu benar, tapi saya tidak melihatnya, itu menjadi jelas di parc ferme saat tim teknis mengatakan kepada saya bahwa mereka memberi saya pesan,” kata Lorenzo, dilansir laman MotoGP, Senin (30/10).

“Tapi saya sudah tahu, saya tidak membutuhkan orang lain untuk memberi tahu saya apa yang harus dilakukan dalam situasi ini. Saya tahu gelar juara dunia penting jika Marquez terjatuh, saya tahu dia berada di posisi keempat atau kelima,” tambahnya.

Tempat kedua menandai hasil terbaik Lorenzo bagi Ducati sampai saat ini, menyusul dari finish di tempat ketiga di Jerez dan Aragon.

Pembalap Spanyol itu mengakui bahwa ia tidak mampu mengikuti Dovizioso setelah kehilangan keunggulan, meski ia sadar harus berhati-hati untuk tidak membuat kesalahan yang bisa menjadi bencana.

“Tentunya saya ingin memenangi balapan dan memberi tantangan sampai akhir. Tapi saya memiliki batas dan harus lebih menahan posisi. Ketika saya di posisi yang cukup dekat, saya mencoba untuk tidak membuat sesuatu yang gila karena saya bisa merugikannya (Dovizioso), saya harus tenang,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *