oleh

Gugur di Tangan Belgia, Pelatih Jepang : Ini Adalah Tragedi

PENANEGERI, Sepakbola – Pelatih timnas Jepang, Akira Nishino, mengatakan para pemainnya tidak bisa mengatakan apapun setelah menerima kekalahan 3-2 dari Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Para pemain Jepang nyaris membuat sejarah tetapi membuang keunggulan dua gol di akhir babak kedua dan Belgia dipastikan menjadi penantang Brasil di perempatfinal.

“Saya mengatakan kepada para pemain untuk pergi dan mandi karena mereka hanya berdiri disana dan tidak dapat melakukan apa-apa,” kata Nishino yang kecewa setelah Nacer Chadli menjadi penentu kemenangan, seperti dilansir Eurosport, Selasa (3/7).

“Saya tidak mau mengakuinya, ini adalah tragedi. Tapi saya harus menerima kekalahan ini sebagai fakta. Saya merasa hancur dan sangat kecewa,” sambungnya.

“Anak-anak ini bermain dengan kemampuan terbaik, kami mampu menunjukkan sepakbola yang baik di lapangan tetapi tujuan kami adalah pergi ke babak berikutnya sehingga saya tidak bisa menyebut ini sebagai kesuksesan,” tambah Nishino.

Setelah menahan dominasi Belgia di babak pertama, Jepang tampil impresif di babak kedua dan Genki Haraguchi memberi mereka kejutan ditambah lagi Takashi Inui menggandakan keunggulan dengan sepakan jarak jauh.

Tapi ketika Jepang nyaris lolos ke perempatfinal, Jan Vertonghen dan Marouane Fellaini menyamakan kedudukan untuk Belgia.

Pasukan Nishino berusaha keras untuk mengembalikan keunggulan dalam upaya untuk menghindari perpanjangan waktu, tetapi mereka dihukum oleh serangan balik Belgia.

“Bukan hanya kami yang bermain bagus, tetapi kami harus memenangkan pertandingan ini, kami ingin menang, tim kami cukup kuat dan kami bisa menyamai Belgia dan saya yakin kami bisa mengalahkan mereka,” tegasnya.

Pelatih yang mengambil alih timnas Jepang dua bulan sebelum Piala Dunia dimulai itu juga mengatakan bahwa dia yang bersalah atas kecerobohan di akhir pertandingan.

“Ketika mereka mencetak gol, saya mempertanyakan apakah tim kami memegang kendali dalam permainan, dan berpikir bahwa saya harus disalahkan dan bukan para pemain. Saya menyalahkan diri sendiri, saya mempertanyakan taktik saya,” ujarnya menyesali.

“Saya ingin para pemain memiliki mentalitas yang berbeda dari Jepang di masa lalu. Saya pikir kami berhasil memiliki mentalitas yang berbeda, tetapi ada sesuatu yang kurang dalam hal keterampilan dan kekuatan,” tandas Nishino.

Komentar

Berita Terbaru