oleh

Gunung Agung Masih Berstatus Awas, Namun Fase Kritis

PENANEGERI, Bali – Status Gunung Agung di Bali masih Awas (level IV) hingga hari Selasa (26/9) malam.

Namun berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) Aktivitas vulkanik Gunung Agung di Karangasem, Bali semakin meningkat.

Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Agung ini ditandai dengan telah terjadi 564 gempa vulkanik dangkal, 547 gempa vuknaik dangkal, dan 89 gempa tektonik lokal.

“Jumlah kejadian gempa ini lebih besar daripada sebelumnya. Gunung Agung saat ini memasuki fase kritis,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis, Selasa (26/9).

Meski demikian, kata Sutopo, fase kritis tak bisa dijadikan sebagai dasar untuk memastikan kapan Gunung Agung meletus, karena bergantung pada kekuatan dorongan magma ke permukaan.

“Jika kekuatan dorongan besar dan mampu menjebol sumbat lava maka akan terjadi letusan. Peluang terjadi letusan cukup besar, namun tidak dipastikan kapan meletus,” ujar Sutopo.

Aktivitas vulkanik Gunung Agung memang dilaporkan terus meningkat, pada Selasa (26/9), dilaporkan pergerakan magma ke permukaan juga makin meningkat, mengindikasikan magma terus bergerak ke permukaan.

Indikasi itu terlihat dari meningkatnya frekuensi gempa vulkanik dalam, gempa vulkanik dangkal dan gempa tektonik lokal.

“Tergantung pada kekuatan dorongan magma. Jika kekuatan dorongan besar dan mampu menjebol sumbat lava maka akan terjadi letusan,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Selasa (26/9).

Gunung Agung saat ini memasuki fase kritis. Meski sudah dinyatakan status Awas (level IV) sejak Jumat tanggal (22/9), tidak ada satupun orang atau instrumen yang bisa memprediksi atau memastikan kapan akan meletus.

Tidak ada seorangpun yang bisa memprediksi letusan Gunungapi.

Dari situs resminya PVMBG melihat tanda-tanda aktivitas gunungapi melalui pengamatan secara menerus (24 jam/hari) secara visual maupun instrumental. Analisis terakhir PVMBG mengindikasikan bahwa energi kegempaan vulkanik Gunungapi Agung terus meningkat dan memiliki potensi untuk meletus.

Namun demikian, baik PVMBG maupun seluruh ahli gunungapi (volcano) di dunia yang mempelajari aktivitas gunungapi secara ilmiah, belum ada satu pun yang mampu memastikan kapan letusan akan terjadi. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *