oleh

Gunung Agung Naik Statusnya Menjadi Siaga (Level III)

PENANEGERI, Jakarta- Karena ada kenaikan aktivitas vulkanis di Gunung Agung, Karangasem, Bali maka pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, telah menaikkan status Gunung Agung dari level II (Waspada) ke level III (Siaga), pada hari Senin (18/9).

Sebelumnya pada hari Kamis (14/9) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi juga telah menaikan status status Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali dari level normal (I) ke Level II (waspada). Status Waspada (level II) pada hari Kamis (14/9) itu diberlakukan berdasarkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik

Kemudian pada Senin (18/9) status Gunung Agung menjadi menjadi Siaga (level III). Status Siaga ini ditetapkan terhitung sejak pukul 21.00 Wita, hari ini.

Kepala PVMBG telah melaporkan peningkatan status ini kepada pemerintah setempat untuk melakukan antisipasi.

“Kepala PVMBG telah melaporkan kenaikan status Gunung Agung ini kepada Kepala BNPB, BPBD Provinsi Bali dan BPBD Kabupaten Karangasem untuk mengambil langkah-langkah antisipasi menghadapi kemungkinan terburuk dari meletusnya Gunung Agung,” kata Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, pada Senin (18/9) malam.

PVMBG juga merekomendasikan kepada seluruh masyarakat sekitar gunung Agung dan pendaki tidak melakukan pendakian atau beraktivitas dengan radius 6 km dari kawah puncak gunung Agung.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas pada wilayah dengan elevasi di atas 950 meter dari permukaan laut dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara, Tenggara dan Selatan-Baratdaya sejauh 7,5 km. “Zona ini harus kosong dari aktivitas masyarakat,” kata Sutopo.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangannya, Senin (18/9)  juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat dipersilakan untuk beraktivitas seperti biasa namun harus tetap mentaati setiap rekomendasi yang disampaikan oleh pemerintah.

“PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, tidak melakukan pendakian dan tidak berkemah di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 6 km dari kawah puncak Gunung Agung,” ujar Sutopo.

Pihak PVMBG juga menegaskan bahwa masyarakat jangan terpancing  adanya isu-isu tidak jelas, juga jangan percaya pada berita hoax.

Dalam pantauan Pena Negeri, sebaiknya masyarakat bisa mengakses langsung ke situs resmi  PVMBG  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM di laman http://www.vsi.esdm.go.id/.

Dengan link langsung di laman http://www.vsi.esdm.go.id/index.php/gunungapi/aktivitas-gunungapi/1705-peningkatan-tingkat-aktifitas-gunungapi-agung

Adapun rekomendasi PVMBG dalam situs resminya yakni :

1. Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, tidak melakukan pendakian dan tidak berkemah di dalam area kawah G. Agung dan di seluruh area di dalam radius 6 km dari kawah puncak G. Agung atau pada elevasi di atas 950 m dari permukaan laut dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara, Tenggara dan Selatan-Baratdaya sejauh 7.5 km.

2. Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan diharap untuk tetap tenang namun tetap menjaga kewaspadaan, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Agung yang tidak jelas sumbernya.

3. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi terus berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi Bali dan BPBD Kabupaten Karangasem dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Agung.

4. Masyarakat maupun BNPB, BPBD Provinsi Bali, BPBD Kabupaten Karangasem, dan instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan tingkat aktivitas maupun  rekomendasi G. Agung setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diakses melalui website https://magma.vsi.esdm.go.id atau melalui aplikasi Android MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play.

Demikian diberitakan agar masyarakat dapat secara tenang dalam memperoleh informasi seputar aktivitas vulkanis Gunung Agung. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *