oleh

Guru di Bireuen Diminta Tak Berpikir Kapan Beli Mobil Mewah

PENANEGERI, Bireuen – Guru harus terus belajar dan mengikuti perkembangan jaman, apalagi saat ini tuntutan dunia pendidikan harus diimbangi dengan dunia dan era digital.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikpora Bireuen, Zamzami S.Pd saat melakukan sosisalisasi pengawas ruang Ujian Nasional (UN) jenjang SMP/MTs dan Paket B serta C, di Aula Lama Setdakab Bireuen, Senin (8/4).

“Guru dan tenaga pendidik jangan memikirkan kapan beli mobil, melihat PNS lain sudah beli mobil. Lalu terbeban dan kita kapan. Kalau harus selalu memikirkan hal itu dapat menyebabkan stroke,” ujarnya.

Zamzami menambahkan, untuk meraih prestasi, tentu harus bekerja keras dan terus belajar, tak hanya dituntut prestasi bagi anak didik, namun tenaga pendidik atau guru juga harus ikut terus belajar dan kreatif serta berprestasi.

“Jangan hanya datang, duduk lipat tangan dan lalu menyuruh siswanya menyalin bacaan dari buku saja, sementara gurunya buka Facebook,” sebutnya.

Guru juga harus bisa komputer, lanjutnya, ikut menguasai teknologi, jangan sampai siswa lebih mengerti dan paham dari pada gurunya.

Baca Juga  Menanti Nyali Panwaslih Bireuen Ungkap "Money Politik"

Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Bireuen itu juga meminta, guru dan pihak sekolah terus melakukan pembinaan anak didiknya. Guru harus membuat perubahan, terutama menyangkut pendidikan karakter serta ahklak anak didik.

Anak didik harus ditolong agar berubah, dengan karakter hati ke hati, seperti seorang ibu dengan anaknya sendiri, ini juga bagian keberhasilan dan prestasi.

Kondisi ini merupakan harapan besar masyarakat Bireuen, untuk itu kita harus bersama-sama majukan kompentesi dan kualitas anak didik kita di sekolah masing-masing.

Tentunya, sambung Zamzami, kita merasa risih, apabila anak didik kita tak diterima di SMA favorit, hanya karena tak berkompetensi dan berkualitas. Prestasi itu diperoleh bukan seperti ikut arisan. Siapa yang namanya keluar, lalu ikut makan dimana atau beli apa saja.

“Kita tentu ingin seluruh sekolah mulai dari Samalanga hingga Gandapura melakukan pembinaan, dan tidak ada perbedaan grade, serta tidak hanya SMPN 1 Bireuen atau Sekola Sukma. Tapi semua sekolah harus berprestasi, siswanya juga memiliki kompetensi serta dan guru juga berkualitas,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru