oleh

H Subarni A Gani : Lahir Kabupaten Bireuen ini, 70 Persennya Sumbangsih Masyarakat

PENANEGERI, Bireuen – Keberadaan Pemerintah Kabupaten Bireuen ini sebenarnya lahir dan harus dinikmati seluruh kalangan masyarakat.

Hal itu ditegaskan H Subarni A Gani, seorang tokoh pendiri Kabupaten Bireuen dalam sambutannya pada Rapat Paripurna Istimewa di gedung DPRK Bireuen dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Kabupaten Bireuen, Sabtu (12/10).

“Kabupaten Bireuen ini milik bersama seluruh masyarakat. Maka pembangunan Bireuen tersebut sejatinya dinikmati oleh seluruh masyarakat hingga kalangan bawah. Bila tidak, maka tak ada gunanya kabupaten ini berdiri,” tegasnya.

Dirinya memperjelas, ketika dilakukan pembentukan Bireuen dulu, 70 persen dananya berasal dari sumbangan masyarakat, di setiap gampong mulai dari Samalanga hingga ke Gandapura.

Dulu, tambah H Subarni A Gani dalam kepanitiaan pembentukan Kabupaten Bireuen Ia menjadi bagian keuangan dan turun langsung ke setiap kecamatan, menjumpai geuchik untuk minta sumbangan pebentukan kabupaten.

“Hasilnya 70 persen itu berasal dari masyarakat dari setiap kampung, dan hanya 30 persen dari pengusaha. Bahkan tidak ada pengusaha yang mutlak memberi sumbangan kala itu,” ungkapnya.

Baca Juga  Nyabu di Aceh Timur, Pria 54 Tahun Asal Deli Serdang Diciduk Polisi

Menanggapi kondisi sekarang, Haji Subar sapaan akrabnya itu meminta, ketersediaan air pada musim tanam harus dinikmati oleh seluruh petani, termasuk petani tambak juga harus diperhatikan sehingga bisa menikmati pembangunan Kabupaten Bireuen yang sebenarnya.

Dibagian lain, tokoh pendiri Kabupaten Bireuen itu juga ikut menyinggung tentang pengusaha yang tak dapat pekerjaan di kabupaten sendiri.

“Kondisi ini sangat ganjil. Apabila pengusaha Kabupaten Bireuen tidak dapat pekerjaan untuk Kabupaten yang telah lahir ini. Padahal, dulu kontraktor Bireuen bekerja melakukan pembangunan di Aceh Utara seperti di PT Arun, PT PIM,” terangnya.

Tak hanya itu, H Subarni juga meminta agar tahun depan, terutama paripurna peringatan HUT Bireuen agar tidak ada lagi kata sambutan dari panitia kabupaten, sebab panitia sudah bubar setelah kabupaten terbentuk.

“Kepada bapak bupati, kami mohon setahun sekali dapat mengundang tokoh masyarakat, tokoh agama, ulama dari Samalanga sampai Gandapura agar dapat duduk bersama bupati, dewan serta pejabat SKPK, dan mendengarkan ide-ide dari bawah,” pintanya.

Diakuinya, sebodoh-bodohnya orang, tentu akan lahir ide untuk bisa disampaikan. Barangkali ada ide bagus demi kemajuan Kabupaten Bireuen.

Baca Juga  Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan di Lhokseumawe

“Ini seolah-olah kalau kabupaten ini hanya milik bupati saja. Bireuen ini milik kita semua dan milik masyarakat, jadi harus dinikmati oleh warga,” sebutnya.

Komentar

Berita Terbaru