oleh

Harga Bawang Merah dan Kerupuk Melinjo di Bireuen Naik Drastis

PENANEGERI, Bireuen – Memasuki bulan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H, sejumlah harga kebutuhan dapur di pusat pasar di Kabupaten Bireuen merangkak naik, Selasa (19/11).

Para pedagang di seputaran pasar Induk Cureh, Geulanggang Gampong, Kota Juang, Bireuen mengatakan, sejak sepekan terakhir sejumlah kebutuhan pokok ikut naik.

“Ada beberapa kebutuhan dapur yang ikut naik dalam sepekan terakhir ini, mungkin bersamaan dengan agenda perayaan maulid,” ujar Mahdi seorang pedagang di pasar Induk Cureh kepada Penanegeri.com, Selasa (19/11).

Selain bawang merah, minyak goreng curah juga ikut naik. Begitu juga dengan kerupuk melinjo dan gula pasir. Sementara beberapa bahan dapur lainnya harganya masih stabil.

Saat ini harga bawang merah Rp 32 ribu perkilo, awalnya masih dijual Rp 25 ribu perkilo. Sementara minyak goreng curah kini naik menjadi Rp 11 ribu perkilo, sebelumnya Rp 10 ribu perkilogram, sedangkan harga minyak Bimoli hingga hari ini masih stabil.

“Kalau kerupuk melinjo kini harganya naik menjadi Rp 65 ribu perkilo, sebelumnya masih didapat Rp 53 ribu perkilogram. Mungkin kenaikan harga kerupuk melinjo karena banyaknya permintaan selama bulan maulid Nabi,” katanya.

Baca Juga  Puluhan Pekerja Asing Akhirnya Tinggalkan Aceh Sore Tadi

Lalu gula pasir kini dijual Rp 13 ribu perkilogram, awalnya masih didapat Rp 12 ribu perkilo. Disusul harga telur yang juga ikut naik dan kini dijual Rp 39 ribu perpapan meski sebelumnya harga jual telur Rp 36 ribu perpapan.

Sementara itu, harga beras lokal hingga hari ini masih stabil, untuk beras cap Panah Rp 156 ribu perzak ukuran 15 kilogram, cap AB Rp 154 ribu dan beras KS Rp 154 ribu dan harga beras Yusima Tangse Rp 168 ribu perzak ukurang 15 kilogram.

“Kalau kebutuhan sayur manyur seperti cabai merah, tomat, kentang dan wortel serta bawang putih masih stabil dan belum ada kenaikan harganya,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru