oleh

Harga Material Bangunan di Aceh Utara Alami Kenaikan

-Aceh-286 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Harga material bangunan di tingkat pengecer dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara sejak sepekan terakhir mengalami kenaikan. Menurut pengusaha konstruksi, hal ini akan berimbas dan mempengaruhi pada pembangunan proyek.

Kenaikan itu terjadi pada bahan bangunan jenis besi, keramik dan semen. Beberapa bahan bangunan tersebut rata-rata mengalami kenaikan berkisar Rp 10 ribu dari harga biasa.

“Misalnya keramik ukuran 30 x 30 sebelumnya masih dapat Rp 80 ribu per meter, sekarang naik menjadi Rp 90 ribu. Kemudian seperti besi ukuran 10 milli dulu dapat Rp 48 ribu, kini naik jadi Rp 58 ribu, begitu juga Semen yang sebelumnya Rp 53 ribu per sak, kini jadi Rp 58 ribu,” ungkap Resa Angkasah salah seorang pengusaha konstruksi di Pantonlabu, Aceh Utara.

Kenaikan ini, kata Reza, bisa jadi karena beberapa faktor. Misalnya, akibat kendala transportasi dikarenakan saat sedang musim hujan. Kemudian, sambungnya, akibat permintaan barang tinggi.

“Apalagi ini kan sedang berlangsung pembangunan proyek infrastruktur di desa-desa, sebab dana desa sudah direalisasikan. Kita melihat kondisi ini sering terjadi ketika permintaan barang tinggi,” timpalnya.

Sementara itu, seorang penjual bahan bangunan di Lhoksukon, M Nasir mengakui ada beberapa jenis bahan bangunan mengalami kenaikan seperti besi, semen, keramik, bahkan cat termasuk seng juga naik.

“Ini sudah biasa naik, bukan kita yang mempermainkan harga. Memang hukum pasar begitu, ketika permintaan barang tinggi ya tentu naik dan kalau di segi transportasi tidak ada kenfali,” ujar M Nasir saat dihubungi oleh Penanegeri.com, Senin (17/9).

Menurut beberapa kepala desa di kabupaten tersebut, kenaikan harga bangunan ini akan berimbas pada pembangunan proyek desa.

“Memang sering naik dan saat kita ingin berbelanja harganya malah naik. Sekarang kita beli tanah untuk penimbunan saja susah, setelah naik harga, didapatkan saja susah. Jadi kondisi ini akan berpengaruh terhadap pembangunan proyek desa,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar