oleh

Hasil Rekontruksi, Sopir L300 Sengaja Menggilas Warga Jangka Bireuen Tewas 

PENANEGERI, Bireuen – Ternyata sopir L300 sengaja menggilas korban Amrizal (37) warga Jangka Mesjid, Kecamatan Jangka. Hal itu terungkap dari hasil rekontruksi tujuh adegan yang dilakukan guna mengungkap kasus tabrakan.

Pelaksanaan reka ulang dilakukan tim penyidik Polres Bireuen, di lokasi kejadian, Jalan Desa Kubu, Peusangan Siblah Krueng, Senin (11/2) sore kemarin.

Dalam reka ulang itu, korban diperankan oleh saksi mata, Yus (36) warga Desa Kubu, yang sempat melihat langsung insiden kecelakaan yang menewaskan korban.

Awalnya korban Amrizal melaju dengan sepada motor miliknya dari selatan searah dengan mobil L 300 pelaku, lalu memakirkan sepeda motor miliknya di pinggir jalan.

Selanjutnya korban memanggil sopir pick up L300, Fakri untuk berhenti laju kendaraan dan berbicara. Secara spontan, pelaku bukannya berhenti, tetapi ketika korban Amrizal melintas di depan mobilnya, pelaku langsung menancap gas dan menghantam tubuh korban serta menggilasnya.

Melihat korban tergilas, pelaku bukan membantunya, tetapi langsung beruasaha melarikan mobilnya ke arah Peusangan dan meninggalkan korban yang tergilas.

Baca Juga  77 Ton Lebih Hasil Perikanan Keluar dari Simeulue

Sementara sejumlah warga yang sempat melihat kondisi korban jatuh dan terduduk usai di hantam serta digilas, mengevakuasi korban ke Puskesmas Peusangan dengan satu unit beca barang yang melintas. Namun korban menghembuskan nafas terakhir.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK M.Si melalui Kasatreskrim, Iptu Eko Rendi Oktama SH mengatakan, reka ulang yang dilakukan ini untuk mengetahui kronologisnya, guna penyidikan terkait tabrakan ini.

“Bila dilihat dari hasil rekonstruksi, maka bisa disimpulkan pelaku ini sengaja menabrakkan korban, lalu melindas dan sempat terseret di bawah mobil. Peristiwa ini dikategorikan pembunuhan, meski dengan kecelakaan, tapi pelaku sudah sengaja menabrak korban,” sebut Kasat Reskrim Eko Rendi Oktama, Selasa (12/2).

Pelaku kini telah kita tetapkan sebagai tersangka, dan Ia terjerat pasal 338 jo 340 KUHPidana, dengan ancaman hukuman mati atau paling ringan 15 tahun penjara.

Komentar

Berita Terbaru