oleh

Hendak Maling di Rumah Guru, Seorang Residivis Narkoba Dihajar Massa

PENANEGERI, Langsa – Seorang residivis narkoba, SY (36) terpaksa dirawat di RSUD Langsa karena dihajar massa, setelah aksi bejatnya mencuri di rumah milik seorang guru diketahui oleh warga.

Informasi diperoleh Penanegeri.com, aksi pencurian itu terjadi pada Sabtu (11/1) sekitar pukul 07.15 WIB, di rumah korban bernama Liesma Erita (59), warga Lorong SDN 1 Gampong Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat.

Pelaku SY (36) yang tinggal satu lorong dengan korban, nekat masuk ke dalam rumah korban melalui bagian belakang dapur. Sementara, saat itu korban sedang berada di belakang rumahnya menjemur kain dan ketika melihat SY, dengan penutup wajah dan topi, korban pun spontan menjerit.

Karena terancam aksinya ketahuan warga, pelaku nekat menyerang lalu coba menutup mulut korban. Bahkan, kepala korban berapa dicelupkan ke dalam bak kolam ikan kecil di bagian belakang rumanya korban.

Namun korban terus melawan dan meronta-ronta, dan sesekali menjerit minta tolong. Sehingga, warga sekitar mendengar dan langsung mendatangi rumah korban.

Melihat warga datang, maka SY pun memilih kabur dan memanjat tembok rumah korban, sehingga tangannya luka terkena beling pengaman pagar beton. Namu , warga tak hilang akal, mereka mengikuti jejak darah yang menetes,dan akhirnya mengetahui keberadaan pelaku.

Pelaku ternyata kabur ke rumahnya, yang terpaut berapa puluh meter dari rumah korban. Saat itu, pelaku tak bisa mengelak, karena dilihat warga tangannya bekas luka dan juga pakaiannya yang basah.

Akibat perbuatannya, warga yang kesal kepada SY tanpa basa-basi langsung menghakiminya. Beruntung, berapa saat kemudian datang anggota polisi mengamankan pelaku.

Kendati demikian, pelaku SY harus dibawa ke RSUD Langsa untuk menjalani perawatan lukanya, karena diamuk massa.

Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan SIK MSc, melalui Kapolsek Langsa Barat, Ipda Mulyadi SE, kepada wartawan, membenarkan kejadian tersebut.

Kapolsek menjelaskan, saat ini SY masih dirawat di RSUD Langsa pasca insiden amuk massa tersebut. Akibat kejadian itu, korban mengalami sesak nafas dan sakit dibagian pinggang.

Setelah kejadian, korban juga telah melaporkan insiden dialaminya itu ke Polsek Langsa Barat guna pengusutan lebih lanjut.

“Kasus ini akan diproses sesuai kentetuan hukum yang berlaku,” pungkas Kapolsek.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *