oleh

Hingga Agustus, Penderita Gangguan Jiwa Dirawat di UPIP Bireuen Capai 813 Orang

PENANEGERI, Bireuen – Hingga Agustus 2019, sebanyak 813 orang penderita ganguan jiwa dilayani di Unit Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Psikologi (UPIP) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen.

Sementara, dari keseluruhan penderita ganguan jiwa yang telah dilayani sejak beroperasinya UPIP, RSUD dr Fauziah mulai Agustus 2013 hingga 2019 ini sejumlah 3.040 orang, baik rawat inap dan pasien rawat jalan.

Belakangan UPIP RSUD dr Fauziah, yang berlokasi di Jalan Kolonel Muhd Ali Basyah itu memberikan pelayanan kesehatan jiwa, dan psikologi bagi masyarakat dengan memanfaatkan bekas gedung kantor Peternakan Bireuen.

Direktur RSUD dr Fauziah, dr Mukhtar Mars didampingi Kepala Ruangan UPIP, Fitrissani S.Kep kepada Penanegeri.com, Rabu (30/10) menjelaskan, selama ini gedung bekas kantor Peternakan hanya tersedia dua ruangan pasien rawat inap, sembilan tempat tidur dan ruang inap perempuan 8 tempat tidur.

“Yang masih berobat dan pasien yang inap ada 34 orang, 21 pasien laki-laki dan 13 pasein perempuan, diantaranya sudah sembuh telah kembali ke rumahnya masing-masing, bahkan ada pasien yang harus rawat jalan,” katanya.

Baca Juga  Tahun Ini, Ganti Rugi Tanah RS Regional di Bireuen Siap Dibayar

Sedangkan untuk seluruhnya hingga Agutus 2019 kemarin, ada 813 orang  penderita ganguan jiwa yang dilayani dua dokter jiwa, dibantu dua perawat jiwa serta 13 perawat umum.

Rata-rata pasien gangguan jiwa yang dirawat inap maupun rawat jalan, tetap diberikan layanan kesehatan jiwa 7 sampai 14 hari melalui dana JKN.

“Bila ada pasien gangguan jiwa yang dinilai berat dan sering mengamuk, maka akan dirujuk ke RS Jiwa, Banda Aceh, karena ditakutkan membahayakan pasien lain, sebab ruangannya tidak memungkinkan di tempatkan di UPIP Bireuen,” jelas Direktur.

Diakui Mukhtar, pasein rawat inap maupun rawat jalan di UPIP RSUD Fauziah Bireuen sebagai rumah sakit rujukan kelas B, selama ini tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan jiwa bagi masyarakat di Bireuen.

“Pasien dari kabupaten tetangga juga dilayani selama ini, kebanyakan dari  Aceh Utara, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Timur dan Aceh Timur,” sebutnya.

Namun kendala saat ini, sambung Muhktar, di rumah sakit dan UPIP kesediaan obat-obatan bagi pasien mulai menipis pasca tertunggaknya dana BPJS untuk RSUD dr Fauziah.

Baca Juga  Pedagang Ikan Keliling Dirampok di Aceh Utara, Begini Kronologisnya

“Kita berharap pihak BPJS dapat segera memprioritas hal ini, sebab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di rumah sakit Bireuen dan UPIP sangat mendesak,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, sejumlah keluarga pasien dari penderita ganguan jiwa mengaku, sangat bersyukur adanya pelayanan UPIP di Bireuen, pasalnya sangat membantu keluarganya.

“Selama adanya pelayanan UPIP rumah sakit umum daerah (RSUD) Bireuen ini sangat membantu, apa lagi kami orang miskin, selain hemat biaya. Kehadiran UPIP di Bireuen ini maka kami tidak harus berobat ke rumah sakit jiwa di Banda Aceh,” ucap Razali.

Komentar

Berita Terbaru