oleh

HMI se IAIN Langsa Minta Badko HMI Aceh Dibubarkan

-Aceh-1.063 views

PENANEGERI, Langsa – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se kawasan IAIN Langsa meminta Pengurus Besar HMI untuk membubarkan Badko HMI Aceh yang dinilai tidak memiliki peran apapun dalam menjaga serta membesarkan HMI se Aceh.

Ketua Umum HMI Komisariat Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Muhammad Ody kepada Penanegeri.com, Sabtu (13/7), menyampaikan, problema konflik kepentingan dilingkungan HMI Cabang Langsa yang berkepanjangan, di mulai dari carut marutnya hasil konferensi cabang (konfercab) pada akhir Desember 2018 lalu sampai saat ini, tidak juga menemukan keputusan yang baik bagi kelanjutan HMI di Kota Langsa.

Sehingga melahirkan stagnasi kepengurusan serta pengkaderan yang telah menjadi tinta hitam di wilayah Badko HMI Aceh, hal ini diperparah lagi dengan tidak adanya perhatian juga peran Badko HMI Aceh sebagai perpanjangan tangan PB HMI diwilayah Provinsi Aceh sebagaimana tertuang padal BAB IV pasal 24 ayat 1, 2 dan 3 Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD ART) HMI.

“Saya tegaskan Badko HMI Aceh di bawah kepemimpinan Ketua Umum Abdul Razak, lebih baik dibubarkan saja karena tidak lagi berjalan sesuai amanah konstitusi HMI,” tegasnya

Baca Juga  Antisipasi Hoax Jelang Pemilu 2019, Polres Langsa Gelar FGD dan Forum Silaturahmi Kamtibmas

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Komisariat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Langsa, Muhammad Fajri. Dikatakannya, Badko adalah badan pembantu sebagai perpanjangan tangan PB HMI untuk mengkoordinir cabang diwilayah kerjanya dan seharusnya Badko HMI Aceh lebih proaktif dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dialami oleh cabang cabang di bawah kuasanya.

“Bukan malah berdiam diri seakan akan tidak mengerti bagaimana tugas pokok dari pengurus Badko itu sendiri, sehingga vakumnya HMI cabang Langsa adalah bagian dari diamnya Badko HMI Aceh itu,” ucapnya.

Terlebih lagi, sambung M Fajri yang juga senator di Kampus IAIN Langsa, bahwa dirinya mendengar Boidatul Khoi selaku Ketua Umum HMI Cabang Langsa terpilih yang dinilai in-konstitusional akan dilantik oleh Ketua Umum nonaktif yaitu Kanda Respiratori Saddam Al Jihad yang kita ketahui bersama beliau sudah diberhentikan oleh Majelis Pengawas dan Konsultasi (MPK) ditingkat PB HMI, dan dilanjutkan dengan Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Umum PB HMI di bawah kepemimpinan Kanda Arya Kharisma Hardi sebagaimana sikap Badko HMI Aceh itu sendiri, serta cabang cabang diwilayah Aceh lainnya.

Baca Juga  Rumah Almarhum Mantan Kadis PK Bireuen Ludes Terbakar

“Kita meminta sikap tegas dan konsisten dari Badko HMI Aceh dalam menyikapi problematika ini, jangan sampai abu abu yang dapat memecah belah kader HMI di Aceh ini,” terangnya.

Terlebih lagi kasus yang dilakukan oleh Kanda Saddam Al Jihad itu sangat mencoreng citra himpunan ini, apalagi sampai hadir dan menginjak kan kaki di bumi Serambi Mekah, lebih lebih diwilayah Kota Langsa yang dinobatkan sebagai salah satu kabupaten/kota terbaik dalam penegakkan syariat Islam, maka kita dengan tegas menolak hal itu sampai terjadi,” timpalnya

Sementara itu, Ketua Umum HMI Komisariat Fakultas Syariah IAIN Langsa, Dhini Novianty, menyampaikan dengan tidak hadirnya political will Pengurus Badko HMI Aceh untuk konflik kepentingan di HMI Cabang Langsa ini membuat nyata bahwa ketidakmampuan Pengurus Badko HMI Aceh dalam menjalankan amanah konstitusi HMI, sehingga dapat dijadikan syarat mutlak untuk dibubarkan.

Oleh karena itu kita HMI se IAIN Langsa meminta tegas kepada PB HMI dibawah kepemimpinan Kanda Arya Kharisma agar mengintruksikan Badko HMI Aceh cepat bersikap atau dibubarkan,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru