oleh

Honor Belum Terbayar, Ratusan Tenaga Honor RS Bireuen Lakukan Demo

PENANEGERI, Bireuen – Sedikitnya 400 orang tenaga honorer Rumah Sakit Umum Darah (RSUD) dr Fauziah Bireuen melakukan aksi demo, menuntut belum terbayarnya uang jerih atau honoror kontrak  mereka selama enam bulan, Kamis (2/1).

Anehnya, enam orang tenaga kontrak lain di rumah sakit pelat merah itu telah terbayar honornya sebesar Rp 5.500.000 dengan total Rp 33 juta untuk enam orang tenaga kontrak tersebut.

Kondisi itu menyebabkan termemicunya demo dari seluruh tenaga honorer lainnya untuk melakukan protes, dan mempertanyakan ketidakadilannya pihak manajemen rumah sakit pemerintah itu.

Menurut seorang tenaga perawat kepada Penanegeri.com mengatakan, aksi yang dilakukan ini disebabkan tidak jelasnya honor mereka selama enam bulan.

“Sejak bulan Juli hingga Desember honor kontrak kami belum juga dibayar. Sementara enam orang tenaga kontrak lainnya malah sudah terbayar,” kata sejumlah tenaga honor rumah sakit Bireuen yang meminta agar tidak ditulis namanya.

Diakui mereka, dengan terbayarnya untuk enam orang tenaga kontrak itu, tentu ini memicu ketidakadilannya manajemen rumah sakit Bireuen selama ini.

“Apakah karena enem orang dari mereka ini dari keluarga pejabat di Bireuen, dengan mudah mereka dapat jatah pembayaran uang kontrak, sementara kami tidak ada saudara atau famili dari pejabat di Bireuen diabaikan hak kami,” tegas mereka lagi.

Sementara pengakuan tenaga honor lainnya, awalnya mereka menerima honor Rp 250 ribu perbulan dari Pemkab Bireuen. Namun sejak tahun 2018 sudah tidak terbayarkan lagi dan tekah dihapus.

Tetapi yang anehnya enam orang tenaga kontrak tersebut hingga kini masih menerima uang honor kontrak dari rumah sakit.

Sebelum mereka melakukan demo tersebut, seluruh tenag honor kontrak tersebut sudah sempat melakukan audiensi dengan Direktur RSUD dr Fauziah, dr Mukhtar MARS, terakhir tidak ada solusi.

Terakhir mereka memutusakan ikut menemui Sekda Bireuen, Ir Zulkifli So di Kantor Pusat Pemerintahan Bireuen, kawasan Cot Gapu, Bireuen dengan melakukan long march dengan berjalan kaki sepanjang 2 kilometer dengan pengawalan pihak kepolisian setempat.

Selama demo itu berlangsung, pelayanan di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Fauziah lumpuh total dan ikut berdampak terhadap masyarakat yang sedang berobat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *