oleh

ID Card Khusus Muslim akan Diterapkan di Marawi

PENANEGERI, Filipina- Pejabat Filipina mengajukan rencana pembuatan kartu identitas (Id Card) khusus Muslim untuk menangani ekstremisme di Marawi.

Seorang pejabat Filipina menyerukan agar Id Card khusus Muslim ini digulirkan saat negara tersebut terus berjuang melawan militan di selatan negara kepulauan tersebut.

Seruan untuk mengenalkan kartu tersebut dibuat oleh Inspektur Polisi Pusat Luzon Aaron Aquino saat bertemu dengan polisi Luzon Tengah, militer, pemimpin politik dan sekitar 200 pemimpin agama dan masyarakat Muslim pada hari Selasa, lapor jaringan berita lokal Manila, Rappler.

“Ini hanya untuk identifikasi setiap individu, dari setiap muslim. Jika kita memiliki sistem ID, kita akan tahu siapa penghuni dan siapa pengunjungnya di suatu tempat, “kata Aquino, seperti dikutip oleh SunStar.

Sistem ini telah diluncurkan oleh pemerintah daerah di Paniqui di provinsi Tarlac, di mana Aquino mengatakan telah berhasil.

“Sistem ini adalah praktik yang baik dari Paniqui, Tarlac, dan kami ingin ini dapat direplikasi di semua komunitas Muslim di seluruh wilayah untuk memudahkan identifikasi dari saudara laki-laki dan perempuan Muslim kami,” katanya.

“Kami melakukan pendekatan multi sektoral dalam menangani masalah ini dan saya senang bahwa saudara laki-laki Muslim kami telah menandakan niat mereka untuk bekerja sama dengan kami,” tambah Aquino.

Para pemimpin Muslim Marawi tidak langsung menolak gagasan tersebut, menurut media setempat, walaupun mereka ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana cara kerjanya di Paniqui.

Namun Id card ini dinilai juga akan membatasi Hak Masyarakat Sipil Marawi.

“Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik dan perjanjian hak asasi manusia lainnya dimana Filipina merupakan ┬ámelarang diskriminasi berdasarkan agama,” ujar Carlos H. Conde, seorang peneliti Hak Asasi Manusia, menulis di situsnya. “ID Card itu juga bisa melanggar hak untuk sama dengan perlindungan hukum, kebebasan bergerak, dan hak dasar lainnya,” tambahnya.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte sebelumnya telah mengecam para pemimpin Muslim Marawi dan penduduk kota tersebut karena adanya hubungan antara kelompok teror ISIS dengan para militan ke kota tersebut untuk “menimbulkan masalah.”

Sampai saat ini, setidaknya 400 orang diperkirakan terbunuh dalam konflik antara tentara pemerintah Filipina melawan Milisi Maute  di Marawi, sementara ratusan ribu lainnya telah mengungsi karena konflik tersebut, yang saat ini Perang di Marawi telah masuk ke minggu ketujuh. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *