oleh

Imigrasi Langsa Gagalkan 60 TKI Ilegal

-Aceh-79 views

PENANEGERI, Langsa – Sebanyak 60 masyarakat Aceh yang hendak bekerja ke luar negeri sebagai TKI non prosedural (TKI ilegal) telah digagalkan oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa.

“Jumlah itu terjadi selama Januari hingga Agustus 2019,” sebut Kasi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa, Denni Jumanson, Sabtu (7/9).

Diijelaskannya, untuk menghindari adanya TKI non prosedural bekerja ke luar negeri. Direktorat Imigrasi selama ini telah mengeluarkan kebijakan dengan memperketat syarat pembuatan paspor, dan mencari tahu sebenarnya tujuan masyarakat bekerja ke luar negeri.

Kebijakan Direktorat Imigrasi yang telah diberlakukan tersebut, harus dipahami bersama bahwa bukan untuk mempersulit masyarakat dalam pengurusan pembuatan paspor.

Namun, sambung Denni, selain untuk mencegah adanya TKI non prosedural yang dilarang oleh negara, juga untuk menghindari terjadinya kasus-kasus humman trafficking atau perdagangan manusia khususnya di luar negeri.

“Tahun ini kita telah menggagalkan sebanyak 60 pemohon (warga) yang hendak menjadi TKI non prosedural. Jumlah itu meningkat dari tahun 2018 lalu yang hanya ada 39 orang saja,” jelasnya.

Baca Juga  Tabrak Warga Jangka Bireuen hingga Tewas, Sopir L300 Ditetapkan Sebagai Tersangka

Lanjutnya, awalnya pemohon datang ke Kantor Imigrasi hendak mengurus paspor dan kepada petugas pemohon beralasan paspor itu akan digunakan untuk kunjungan ke luar negeri.

Tapi saat ditanya siapa yang akan mereka kunjungi di luar negeri terbanyak di Malaysia, pemohon tidak bisa memberikan jawaban yang benar atau memberikan keterangan berbelit-belit.

Berdasarkan kecurigaan itulah, petugas Imigrasi terus melakukan pendalaman keterangan si pemohon paspor, yang akhirnya diketahui ternyata tujuan mereka membuat paspor akan digunakan untuk bekerja ke luar negeri, tapi status TKI non prosedural.

“Setelah kita dalami, pemohon mengaku bahwa paspor ini akan mereka gunakan untuk pergi ke luar negeri guna bekerja sebagai TKI non prosedural. Pemohon tertinggi tujuannya ke Malaysia,” sebutnya.

“Karena tidak dibenarkan bekerja ke luar negeri sebelum menjadi TKI resmi (TKI legal), maka Imigrasi berhak menolak atau menghentikan proses pembuatan paspor si pemohon tersebut,” tegas Denni.

Bahkan, tambahnya, pihaknya juga melakukan rekam foto dan data pemohon bersangkutan. Kemudian data tersebut pemohon cakon TKI non prosedural ini dikirimkan ke seluruh Kantor Imigrasi.

Baca Juga  Hari Ini, Hope Jalani Operasi Patah Tulang Bahu di Sibolangit

“Sehingga, apabila pemohon yang coba hendak mengurus paspor ke kantor Imigrasi lain dengan tujuan sebagai TKI non prosedural, petugas imigrasi otomatis langsung mengetahuinya,” pungkas Denni.

Komentar

Berita Terbaru