oleh

Induk Orangutan di Subulussalam Cedera Berat, Anaknya Mati Kekurangan Nutrisi 

-Aceh-42 views

PENANEGERI, Banda Aceh – Tim Seksi Konservasi Wilayah 2 Subulussalam Resort 17 Rundeng bersama WCS-IP dan OIC berusaha menyelamatkan dua orangutan yang merupakan induk dan anak di kawasan perkebunan warga yang ada di Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam, Minggu (10/3) kemarin.

Kondisi kedua orangutan ini sangat memprihatinkan. Bahkan mirisnya, anak orangutan itu mati dalam perjalanan karena kekurangan nutrisi saat akan dievakuasi oleh tim.

Kondisi induk orangutan diketahui kurang sehat. Diketahui, induk orangutan itu memiliki sejumlah luka di bagian tangan dan kakinya serta mata dan sebagian badannya yang terkena puluhan peluru senapan angin.

“Dalam perjalanan anak orangutan itu mati karena malnutrisi,” ujar Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, Selasa (12/3) sore.

Ia menjelaskan, orangutan ini dibawa ke pusat karantina yang ada di Sibolangit, Sumatera Utara. Anak orangutan yang mati pun rencananya akan dikuburkan di Sibolangit.

Menurut hasil pemeriksaan tim dokter hewan di Sibolangit, diketahui induk orangutan mengalami patah tulang tangan dan kaki serta jarinya. Selain itu, ditemukan juga 73 butir peluru senapan angin serta luka bacok yang sudah bernanah di bagian punggung.

Baca Juga  Ini Kronologis Penodongan Dilakukan OTK di Bireuen Menurut Sopir 

“Kita segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Balai Gakkum untuk upaya hukumnya. Kita sesalkan dan mengutuk siapapun yang melukai dan menyiksa kedua individu orangutan ini dan akan berupaya bersama penegak hukum untuk bisa mengungkap kekejaman terhadap satwa liar dilindungi ini,” jelasnya.

Sapto mengaku, pihaknya juga akan menyurati Kapolda Aceh terkait masalah penertiban senapan angin di masyarakat.

“Karena di Perkapolri Nomor 8 Tahun 2012 ada aturannya, itu hanya digunakan untuk olahraga dan harus ada izin,” tambahnya.

Komentar

Berita Terbaru