oleh

Ini Dalang Utama Kaburnya Napi Rutan Lhoksukon

-Aceh-1.630 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Yusnal menjelaskan penyebab kronologis kaburnya 78 tahanan dan narapidana (Napi) Rutan itu, Minggu (16/6).

“Dalangnya itu si Safrizal, Napi kasus pembunuhan di Kecamatan Sawang yang dihukum seumur hidup. Dia dalangnya yang memaksa mereka kabur. Tapi selama ini tidak ada tanda-tanda kalau Safrizal itu akan melakukan ini,” kata Yusnal kepada Penanegeri.com saat ditemui di Rutan.

Ia menambahkan, berdasarkan data, jumlah Napi yang kabur sebanyak 73 orang, sedangkan jumlah yang sudah berhasil ditangkap kembali hingga pukul 19.00 WIB sebanyak 20 orang. Para Napi dan tahanan kabur lewat pintu utama Rutan.

“Rencana saya, dalam dua hari ini Safrizal dan beberapa Napi lainnya mau saya pindahkan ke Lapas lain karena hukuman seumur hidup. Tapi tiba-tiba dia melakukan ini, enggak kita sangka karena (Safrizal) itu orangnya adem begitu, jadi kita tidak tahu dia dalangnya,” terang Yusnal.

Saat kejadian, lanjut Yusnal, dirinya sedang berada di rumah dinas yang tidak jauh dari lokasi Rutan tersebut. Ia terkejut saat mendapat kabar ada Napi kabur, sehingga ia bergegas menuju ke Rutan untuk menangani masalah itu.

Baca Juga  Malam Ini, Cut Zuhra dari Bireuen Kembali Tampil di LIDA Indosiar
Kaburnya
(Penanegeri/Jamal) : Kepala Rutan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Yusnal.

“Saya tiba di Rutan sudah berhamburan Napi kabur. Saya tangkap lima orang yang dibantu sama adik-adik Polisi itu. Lain sudah kabur, Polisi langsung kejar sana sini. Motifnya mereka hanya kabur, tidak kerusuhan atau kericuhan,” jelasnya.

Yusnas juga menjelaskan, pertama kali Napi kabur dengan merusak pintu tahanan menggunakan kursi besi, selanjutnya merusak pintu tengah ruangan Rutan dan terakhir merusak pintu utama keluar, sehingga kaca jendela di dekat pintu juga ikut pecah.

“Napi-napi ini sering saya pindahkan. Sebelum bulan puasa saja sudah dua kali saya pindahkan, ada yang ke Lapas Lhokseumawe, Banda Aceh. Sekali pindah sekitar 20 orang. Karena jumlah Napi dan Tahanan di Rutan sudah Over Kapasitas, semuanya 447 orang,” tandasnya.

Pengejaran terhadap tahanan dan Napi kabur tersebut hingga saat ini masih dilakukan petugas kepolisian. Di beberapa titik, Polisi juga menggelar razia, termasuk di jalan raya.

Pantauan Penanegeri.com, hingga malam tadi suasana di Rutan masih mencekam. Beberapa petugas kepolisian berjaga-jaga di beberapa sudut kawasan Rutan. Sebagiannya sedang melakukan pengejaran ke titik yang mencurigakan.

Komentar

Berita Terbaru