oleh

Ini Jumlah Kasus Kriminal yang Ditangani Polres Aceh Utara Sepanjang 2019

PENANEGERI, Aceh Utara – Satuan Reskrim Polres Aceh Utara merekapitulasi jumlah kasus kriminal yang ditangani sepanjang tahun 2019. Jumlah kasus tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018.

Terhitung sejak Januari 2019 hingga tanggal 4 Desember 2019, Polres Aceh Utara telah menangani sebanyak 322 kasus kejahatan. Kasus kejahatan tersebut mengalami kenaikan 6 persen jika dibandingkan tahun 2018 yang hanya 308 kasus.

“Sementara penyelesaian ada 164 kasus dan kita masih memiliki tunggakan sebanyak 158 kasus,” tutur Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim AKP Adhitya Pratama, SH, SIK dalam konferensi pers di Mapolres, Kamis (5/12).

Adhitya mengatakan, penyelesaian kasus kejahatan di tahun 2019 ini mengalami peningkatan 4 persen dibandingkan tahun 2018 sebanyak 157 kasus. Sementara kasus yang masih tertunggak, persentasenya juga meningkat yaitu 4 persen dibandingkan tahun 2018 sebanyak 151 kasus.

“Sementara kasus yang menonjol pada tahun 2019 yaitu penganiayaan sebanyak 78 kasus. Tahun ini mengalami peningkatan 16 persen dibandingkan tahun 2018 sebanyak 67 kasus,” ujarnya..

Baca Juga  Polres Bireuen Amankan 3 Tersangka Penipuan Takaran Minyak Goreng Curah

Sementara kasus penipuan yaitu 47 kasus mengalami penurunan 6 persen dibandingkan tahun 2018 sebanyak 50 kasus. Kemudian kasus pencurian sebanyak 57 kasus mengalami peningkatan 27 persen dibandingkan tahun 2018 yaitu 45 kasus.

“Sementara kasus curanmor (pencurian motor) memang tergolong kasus menonjol, tetapi alhamdulilah jumlahnya sedikit yaitu 9 kasus. Pada tahun 2018 sebanyak 10 kasus atau mengalami penurunan 10 persen,” timpal Adhitya.

Ia juga mengatakan, untuk meningkatkan pelayanan, misalnya dalam penanganan kasus perempuan dan anak, Polres Aceh Utara saat ini telah melakukan beberapa evaluasi, termasuk menyediakan ruangan aman bagi anak.

“Kami juga bekerjasama dengan Dinas Sosial Aceh Utara, kebetulan memang di Aceh Utara ini masih kurang adanya save house (rumah singgah),” ucap Adhitya didampingi sejumlah petugas kepolisian.

Kasat menambahkan, untuk penyelesaian kasus-kasus yang ditangani itu, pihaknya tidak mesti harus berpatokan pada P21 saja, karena sebelum memasuki tahap ke penyidikan pihaknya diberikan suatu kewenangan untuk menyelesaikan kasus secara kekeluargaan ataupun perdamaian dan itu diakomodir oleh Perkab No 06 Tahun 2019.

Baca Juga  Warga Jangka Bireuen Diduga Tenggelam Usai Pulang Mamancing Ikan di Laut

“Ya khususnya untuk kasus-kasus bersifat domestik saja, misalnya kasus penganiyaan ayah terhadap ibunya atau anak terhadap orang tuanya. Selain itu, kita juga ada SP3 dan SP3 ini apabila ada kejadian yang bukan tindak pidana ataupun orang tersebut meninggal,” sebutnya.

Selain kasus-kasus kriminal, Polres Aceh Utara pada tahun ini juga ada menangani sejumlah kasus korupsi. Di antaranya dua kasus dalam tahap penyidikan dan dua lainnya sedang dalam penyelidikan.

“Dalam lidik ini biasanya kita menghitung dulu berapa kerugian negara. Apabila dalam penghitungan itu ada kerugian negara baru kita tingkatkan ke tahap sidik. Namun dalam hal ini kita juga ada kendala, salah satunya adalah tersangka tidak ada di wilayah, tidak ada di wilayah Polda Aceh. Itu yang jadi kesulitan, tetapi ke depannya kita akan terus bekerjasama dengan semua stakeholder,” tandas AKP Adhitya Pratama.

Komentar

Berita Terbaru