oleh

Ini Kata Direktur RS Bireuen Terkait Tuntutan Tenaga Honor

-Aceh-1.394 views

PENANEGERI, Bireuen – Menanggapi mogoknya ratusan tenaga honor dan tenaga kontrak di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen kemarin.

Direktur RSUD Bireuen, dr Muhktar MARS kepada wartawan mengatakan, pihaknya kembali akan membahas terkait tuntutan pendemo tersebut dengan komite, dan sore ini kami juga akan melakukan pertemuan dengan DPRK.

“Kami akan membicarakan terrkait honor dan rumenerasi tersebut terlebih dulu dengan komite rumah sakit. Sejauh ada tiga komite di RSUD dr Fauziah Bireuen. Setelah itu baru diketahui bagaimana hasilnya,” ujar Mukhtar, Jumat (3/1).

Dijelaskannya, remunerasi tersebut diberikan kepada tenaga kontrak berdasarkan perhitungan sejumlah kriteria, mulai dari ijazah, berdasarkan kinerja serta mutu pelayanan rumah sakit.

Remunerasi sendiri, tambah Muhktar, merupakan imbalan kerja yang dapat berupa gaji, tunjangan tetap, honorarium, insentif, bonus atas prestasi, pesangon, dan/atau pensiun bagi pegawai di rumah sakit.

Disingung enam tenaga kontrak Pemkab Bireuen yang menjadi polemik dan menbuat pendemo merasa tak adil terkait honor yang telah mereka terima, Mukhtar mengaku, untuk selanjutnya honor keenam mereka ini tidak akan dibayar lagi.

Baca Juga  Ditimpa Pohon Kelapa, Dapur Rumah Warga Cureh Bireuen Hancur

Diakuinya, memang ada dua kategori kontrak di rumah sakit dr Fauziah Bireuen. Pertama ada kontrak dari Badan Layanan Umum (BLU) serta kontrak dari Pemkab Bireuen.

“Sedangkan enam orang tersebut merupakan kontrak dari Pemkab Bireuen. Tetapi sejak empat bulan lalu honor mereka dikirim dan pembayarannya melalui rumah sakit,” ungkapnya.

Ketika ditanya, siapa saja ke enam tanaga honor tersebut dan apakah dari kalangan keluarga pejabat Bireuen. Ia menjawab satunya dari keluarga pegawai.

“Yang satu orang diantaranya merupakan keluarga dari pegawai rumah sakit Bireuen sendiri,” sebutnya seakan menutupi nama dan siapa ke enam orang tersebut.

Diberitkan sebelumnya, sedikitnya 400 orang tenaga honorer  Rumah Sakit Umum Darah (RSUD) dr Fauziah Bireuen melakukan aksi demo, menuntut belum terbayarnya uang jerih atau honor kontrak  mereka selama enam bulan, Kamis (2/1).

Komentar

Berita Terbaru