oleh

Ini Kata Kepala BPBD, Terkait Kondisi Terkini Banjir Bandang di Agara

PENANEGERI, Aceh Tenggara – Banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, tepatnya di Kampung Natam Baru, Kecamatan Badar, Jumat (30/11) kemarin, ternyata hingga kini kondisi cuaca dilokasi tersebut masih ekstrim.

“Kami masih melakukan pembersihan dan normalisasi, karena kondisi cuaca saat ini masih mengerikan,” kata Kepala BPBD Aceh Tenggara, Ramisin melalui elulernya, kepada Penanegeri.com, Sabtu (1/12) malam.

Dikatakannya, akibat kejadian bencana kemarin malam, mengakibatkan 21 unit rumah warga rata dengan tanah. Ditambah 1 unit rumah rusak berat.

“Itu baru di satu titik, yang satu titik lagi, sebanyak 25 unit rumah warga dikategorikan rusak sedang dan begitu juga bencana yang terjadi di Desa Kayu Mentangul, empat rumah rusak. Jadi, jika ditotal rumah yang rata dengan tanah tanpa bekas sebanyak 24 unit,” papar Ramisin sembari menambahkan, untuk warga yang mengungsi terdapat di dua titik, pertama disekolah yang berada di Desa Kayu Mentangul dan lokasi kedua di MTSN Natam.

Ramisin juga menyampaikan, bencana banjir bandang yang terjadi kemarin, berimbas sangat luar biasa dan menjadikan Aceh Tenggara mencekam. Akan tetapi, akses jalan tetap bisa dilalui dengan lancar, karena hal itu menjadi perhatian utama pihaknya untuk dibersihkan.

“Untuk pembersihan lokasi banjir bandang dan normalisasi sungai, membutuhkan waktu lama, akibat banyaknya bongkahan kayu dan batu besar dilokasi, baik dipertapakan rumah warga maupun didalam sungai,” ujarnya.

Kepala BPBD Agara ini memperkirakan, dalam satu bulan ini pekerjaan normalisasi dan pembersihan lokasi selesai dilakukan, karena alat berat banyak yang diturunkan ke lokasi bencana.

Kendati demikian, yang menjadi kendala dan kesulitan tersendiri dalam menghadapi kondisi ini, bencana banjir bandang bukan hanya terjadi disatu titik melainkan enam titik, diantaranya, Desa Natam Baru Kecamatan Badar, Desa Kayu Mentangul Kecamatan Ketambe, Desa Mumbun Alas dan Mumbun Indah Kecamatan Leuser serta Kampung Kuta Ujung Kecamatan Darul Hasanah.

“Bencana ini juga mengakibatkan banyak tanggul-tanggul yang jebol,” jelasnya, seraya menambahkan, belum bisa memastikan berapa banyak penduduk yang mengungsi, karena dirinya baru pulang dari Leuser bersama wakil Bupati Agara, untuk melihat kondisi warga yang mengalami bencana yang sama.

Komentar

Berita Terbaru