oleh

Ini Kronologi Karamnya KM Diwangga di Perairan Krueng Geukueh

PENANEGERI, Lhokseumawe – Akibat mengalami kerusakan mesin dan kebocoran, satu unit kapal nelayan Kapal Motor (KM) Diwangga yang dinahkodai, Nazaruddin, tenggelam pada jarak koordinat 06 07 813 N dan 096 40 808 E, tepatnya lebih kurang 54 nm dari perairan Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

“Tidak ada korban jiwa dalam insiden  kapal motor tersebut,” terang Humas Ksop Kelas IV KPLP Lhokseumawe Ibni Ibrahim, kepada Penanegeri.com.

Dijelaskannya, penemuan karamnya kapal itu berawal pada, Selasa (29/1) sekitar pukul 01.30 WIB, pada saat MV Tenggara Explorer melaksanakan scouting di area survey menemukan satu unit kapal nelayan KM Diwangga asal Kuala Idi jenis pukat langgar sedang mengapung karena kerusakan mesin.

Lalu, pada pukul 02.00 WIB, KM Diwangga didekati oleh TB Mitra Anugrah 35 (merupakan salah satu kapal survei) dan diketahui ternyata kapal motor tersebut dalam keadaan mesin rusak, pompa rusak, dan kapal mengalami kebocoran, saat itu kapal sedang dibantu oleh KM Adek Abang 2 GT8.

Baca Juga  Warga Aceh Utara Antusias Bantu Dirikan TPS

Selanjutnya, atas perintah dari MV Apollo (kapal survei), TB Mitra Anugrah 35 membantu menunda KM Diwangga agar keluar dari areal survei dan menuju perairan Lhokseumawe (perairan terdekat). Namun, setelah berjalan lebih kurang 4 jam atau pada pukul 06.00 WIB, kapal mulai tenggelam dan hanya menyisakan haluan kapal dan pukat dengan kondisi mengapung.

Kemudian, TB Mitra Anugrah 35 memindahkan sembilan ABK dan enam ABK lainnya dipindahkan ke KM Adek Abang serta mengamankan pukat ke TB Mitra Anugrah 35 dan selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Lhokseumawe.

Sekitar pukul 23.45 WIB, sambung Ibni, TB Mitra Anugrah 35, KM Adek Abang dan KM Diwangga tiba di Pelabuhan Krueng Geukuh dan melaksanakan pengkadasan KM Diwangga di Pelabuhan Rensus Asean.

“Pada hari ini (Rabu) sekitar pukul 00.05 WIB dilaksanakan pengecekan awal terhadap dokumen kapal dan ABK dengan keterangan ABK berjumlah 15 orang dengan keadaan sehat. Lalu, sekitar pukul 01.00 WIB, ABK dibawa ke Posal Krueng Geukueh,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan dari Kapten KM Diwangga, Nazarudiin (38) warga Gampong Seunebok Baru, Kecamatan Idi Cut, bahwa pada 18 Januari 2019 kapalnya berangkat dari Idi Cut menuju laut (setelah dua bulan tidak melaut). Namun, pada hari ke tiga berlayar diseputaran perairan Bireun kapal mulai bocor dikarenakan ombak besar, sehingga dilakukan penanggulangan dengan cara pengurasan air menggunakan tiga buah pompa (1 buah pompa robin).

Baca Juga  Panen Padi Serentak, Harga Gabah di Bireuen Anjlok

Lalu, pada (21/1) KM Adek Abang 2 yang merupakan boat jalur bertemua dengan Kapal Motor Diwangga dan memberikan pasokan BBM guna pompa robin. Namun, pada Senin, akhirnya mesin kapal dan semua pompa mati, dan tidak bisa diperbaiki. Pada Senin (28/1), sekira pukul 17.00 WIB, mesin kapal dan semua pompa mati dan tidak bisa diperbaiki (BBM pompa robin habis).

“Pada, Selasa (29/1), sekitar pukul 01.30 WIB, KM Diwangga bertemu dengan MV Tenggara Explorer dan pukul 02.00 WIB, kapal ditunda oleh TB Mitra Anugrah 35 menuju pelabuhan umum Krueng Geukueh,” ungkapnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kls IV Lhokseumawe, Azwar, SH, MH yang telah membantu evakuasi korban,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru