oleh

Ini Kronologi Pelemparan Masjid Jogokariyan Yogya Menurut Takmir

PENANEGERI, Yogyakarta – Polisi membantah adanya aksi pelemparan batu oleh massa konvoi ke Masjid Jogokariyan Yogya. Namun, Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, Muhammad Fanni Rahman, menjelaskan peristiwa tersebut memang terjadi. Berikut ini kronologi aksi menurutnya seperti dilansir detik.com.

Masjid Jogokariyan di Jalan Jogokariyan No 36, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, dilempari batu oleh oknum simpatisan sebuah parpol, Minggu (27/1) kemarin sore.

Pukul 13.00 WIB
Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Yogyakarta menggelar acara ‘Deklarasi Jogja Dukung Jokowi’ di Kompleks Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

Terkait acara tersebut, PDIP DIY telah memberikan penjelasan. “Ini bukan acara tim kampanye (Jokowi), yang kedua bukan acara PDI Perjuangan. Ini acaranya laskar-laskar yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Yogyakarta. Saya sudah bilang sama polisi,” jelas Ketua DPD PDIP DIY, Bambang Praswanto, kemarin.

Usai deklarasi, sejumlah laskar melangsungkan konvoi di sejumlah tempat. Akhirnya timbul ketegangan internal mereka sendiri di beberapa titik. Tercatat bentrok antar laskar dan masyarakat sipil terjadi di Ngampilan, Umbulharjo, dan Jogokariyan.

Pukul 16.00 WIB
Sejumlah massa melintas di Jalan Jogokariyan dari arah barat. Namun tanpa diduga saat sampai di dekat masjid, mereka justru melempari masjid dengan batu dan benda-benda tumpul lainnya.

“Mereka pakai motor, ada yang lari melempari (batu), bawa sajam, ada yang bawa pedang, ada yang celurit, ada besi, macam-macam. Karena banyak kita enggak tahu. Saya saja mau kebacok,” jelas Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, Muhammad Fanni Rahman.

Tak lama setelahnya aparat Polsek Mantrijeron mendatangi TKP dan melerai kedua kubu yang sedang bersitegang. Sebab, jemaah dan remaja masjid juga melawan balik dan mencoba mengusir simpatisan parpol agar keluar dari kampung.

Pukul 17.00 WIB
Perwakilan simpatisan parpol dengan pihak Takmir Masjid Jogokariyan duduk satu meja di Kantor Kecamatan Mantrijeron. Mereka melangsungkan mediasi dengan difasilitasi Pemerintah Kecamatan, Koramil, dan Polsek Mantrijeron.

Pukul 19.00 WIB
Mediasi antara perwakilan simpatisan parpol dengan pihak Takmir Masjid Jogokariyan selesai. Ketua PAC PDIP Mantrijeron, Junianto, selaku wakil simpatisan parpol dan penggerak pelemparan batu diharuskan meminta maaf.

“Kesepakatan dua hal, kesepakatan damai. Karena juga ini isu sensitif berbeda dengan kejadian yang lain. Kami juga enggak mau dibawa ke urusan politik. Karena pelakunya juga teman-teman sudah tahu orang-orangnya itu,” tuturnya.

“Biar clear, karena saya butuh untuk itu. Karena apa? Untuk meredam situasi. Sesepuhnya (PAC PDIP Mantrijeron) sudah minta maaf. Tapi pelaku penggeraknya (belum), satu orang saja (penggeraknya) harus minta maaf,” tutupnya. (*/dtc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *