oleh

Ini Kronologis Pembunuhan Wanita di Matang Tepah

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Polres Aceh Tamiang, berhasil meringkus Muhammad Ikhsan (25) tersangka pembunuhan wanita di Desa Matang Tepang, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.

Ia diringkus polisi, Kamis (20/9) sekitar pukul 02.45 WIB dini hari, di Dusun Bate Keramat, Desa Muko Dayah, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

“Pembunuhan itu berawal, pada Selasa (18/9), sekitar pukul 20.00 WIB, tersangka menjemput korban yang berstatus sebagai pacar di rumah saksi (Syafrizal) di Dusun Keluarga Kampung Seunebok Dalam, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang,” urai Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Zulhir Destrian didampingi Kasat Reskrim, Iptu Dimas Adhit Putranto, saat menggelar konfresi pers, Kamis (20/9) di Mapolres setempat.

Kemudian, tersangka dan korban pergi menuju Desa Pahlawan untuk mengambil jam tangan dengan menggunakan sepeda motor milik pelaku. Setelah itu, pelaku membawa korban ke sebuah gubuk di areal persawahan yang berada di Dusun Tepah, Desa Matang Tepah. Setibanya di gubuk, keduanya berbincang-bincang dan tak lama kemudian terjadi perdebatan antara tersangka dan korban, hal ini disebabkan korban yang bersikeras kembali ke Banda Aceh untuk bekerja, sedangkan tersangka tidak mengizinkannya.

Baca Juga  Bekuk Pengedar Sabu, Satres Narkoba Aceh Tamiang Lepas Tembakan

“Karena kesal, akhirnya tersangka mencekik korban dengan menggunakan kedua tangannya sampai korban tak sadarkan diri. Lalu, tersangka membawa korban ke sawah yang berjarak sekitar 50 meter dari gubuk tersebut dengan cara menggendong dipundak tersangka,” jelas Kapolres.

Sesampainya di sawah, sambung Kapolres, korban dihempaskan dan lalu tersangka kembali mencekik korban dengan sekuat tenaga, sehingga keluar buih dari mulut korban. Tak hanya sampai disitu, selanjutnya tersangka melilitkan tanaman padi ke leher korban. Kemudian, tersangka mengambil handphone, jam tangan serta sandal korban dan membawanya pulang ke rumah.

Setibanya di rumah, lanjut Kapolres, tersangka bertemu dengan abang iparnya dan mengatakan jika dirinya telah melukai seseorang dan tidak tau apakah orang itu masih bernyawa atau tidak. Setelah itu, tersangka meminta kepada abang iparnya untuk membawanya pergi.

“Tak lama kemudian, mereka pergi ke rumah family abang iparnya di Dusun Bate Keramat Desa Muko Dayah, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya hingga akhirnya berhasil kita amankan,” tandas Kapolres sembari menyatakan, motif pembunuhan ini karena tersangka emosi sebab korban mau kembali ke Banda Aceh untuk bekerja.

Komentar

Berita Terbaru