oleh

Ini Motif Pembunuhan Warga Bireun yang Direncanakan Ayah Angkatnya

PENANEGERI, Lhokseumawe – Polres Lhokseumawe berhasil membekuk SR (42) warga Langkat, Sumatera Utara dan ZL (54) warga Bireuen usai melakukan pembunuhan terhadap M Amin, warga Bireun yang mayatnya dibuang di tempat pembuangan sampah di Gampong Lagang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, pada Sabtu (9/3).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang, Rabu (13/2) menjelaskan, bahwa ZL (ayah angkat) adalah dalang dari pembunuhan terhadap M Amin, sedangkan SR sebagai esksekutor.

Kata Kasat Reskrim, berdasarkan pengakuan ZL, anaknya tersebut mengalami keterbatasan mental dan akhir-akhir ini sering mengamuk, hal inilah yang membuat ZL merasa kesal, sehingga berencana melakukan pembunuhan dengan memberikan racun tikus kepada korban.

Sementara, pengakuan SR, bahwa sebelum melakukan pembunuhan, SR terlebih dahulu membawa korban jalan-jalan dengan sepeda motor yang dipinjamkan ayah angkat korban. Selanjutnya SR membeli satu bungkus racun tikus dengan harga Rp 5000, tak lama kemudian SR memberinya minum air yang sudah dicampurkan dengan racun tikus, lalu kembali membawa korban jalan-jalan dan 30menit kemudian korban muntah-muntah di atas sepeda motor.

Baca Juga  Pemodal Pasutri yang Terlibat Rokok Ilegal di Bireuen Jadi Target Polisi

Lanjut Kasat, sesampainya di TKP di Gampong Langang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, korban terjatuh dari sepeda motor dengan posisi telungkup. Saat itu, SR merasa takut dan mendorong korban tepatnya korban ditemukan, saat itu korban masih bisa merangkak di TKP, karena ketakutan SR meninggalkan korban begitu saja.

“Akhirnya, pada sabtu (9/3) sekitar pukul 11.00 WIB, korban ditemukan sudah meninggal dunia,” terangnya.

Sambung Kasat, setelah meninggalkan korban, SR kembali ke rumah orang tua angkat korban di Bireuen untuk mengembalikan sepeda motor, lalu tersangka kembali ke Medan, dengan diberikan upah sebesar Rp 1.050.000, oleh tersangka ZL.

“Akibat perbuatannya kedua tersangka dikenakan Pasal 340 KUHpidana, tentang pembunuhan berencana dengan hukuman seumur hidup,” tutup Kasat.

Komentar

Berita Terbaru