oleh

Ini Penjelasan PT PIM Soal Kelangkaan Pupuk di Aceh

-Aceh-89 views

PENANEGERI, Aceh Utara – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) mengomentari perihal kelangkaan pupuk yang terjadi di Kabupaten Aceh Utara. Menurut perusahaan vital tersebut, kelangkaan pupuk sebenarnya terjadi karena minimnya jumlah alokasi yang diusulkan masing-masing pemerintah daerah.

“Secara keseluruhan, jumlah pupuk yang kita realisasikan untuk seluruh Aceh Utara yaitu 9 ribu ton per tahun. Sebenarnya tidak ada permasalahan di kita (PT PIM), karena setiap tahun kita realisasikan sesuai jumlah alokasi,” terang Kepala Pemasaran Aceh PT PIM, Zakaria, kepada Penanegeri.com, Senin (17/12).

Untuk itu, lanjut Zakaria, PT PIM meminta pemerintah daerah kabupaten atau kota agar ke depan mengusulkan penambahan jumlah alokasi penyaluran pupuk, sehingga kuota pupuk yang dialokasikan ke masing-masing daerah seimbang dengan kebutuhan.

“Kita mengalokasikannya tergantung jumlah usulan pemerintah. Sesuai dengan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Kita semua ada laporan penandatanganan oleh petani, penyuluh dan kelompok tani. Jadi kita di sini tidak bisa mengeluarkan tanpa sesuai dengan RDKK tersebut karena ini barang subsidi,” jelasnya.

Zakaria menuturkan, jika berbicara stok, pada dasarnya pupuk yang dialokasikan dari PT Pupuk Indonesia memang tidak mencukupi meskipun di akhir tahun ada penambahan kuota sekitar 9 ribu ton untuk Aceh. Pupuk yang dialokasikan ke Aceh sekitar 45 persen.

“Ada penambahan akhir tahun sekitar 9 ribu ton untuk seluruh Aceh. Kalau kita kalkulasikan, 9 ribu ton itu kan hanya mencukupi untuk sekali musim tanah kalau di Kabupaten Aceh Utara,” timpalnya.

Disinggung soal adanya informasi indikasi permainan di tingkat distributor hingga kios-kios pengecer yang mengakibatkan langkanya pupuk di pasaran, Zakaria menegaskan jika hal itu diketahui akan segera diberikan sanksi.

“Itu memang ada sanksinya. Kalau misalnya ada kios-kios yang menjual pupuk ke daerah lain diluar ketentuan RDKK maka akan dikenakan sanksinya. Sehingga ke depan untuk kios itu tidak kita kasih lagi pupuknya,” pungkas Zakaria.

Sebagaimana dikeluhkan akhir-akhir ini, pupuk subsidi di pasaran sulit diperoleh petani saat-saat memasuki musim tanam padi seperti pada pertengahan bulan Desember ini. Sehingga petani khawatir terhadap pertumbuhan tanaman padi mereka.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *