oleh

Ini Penjelasan YARA Soal Kabar Warga Langsa Ditangkap Densus 88

-Aceh-366 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Kabar tentang adanya warga Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa berinisial DA alias Abu Usamah ditangkap Densus 88 karena diduga terlibat kasus terorisme menjadi perbincangan hangat di Aceh.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin mengatakan, dirinya juga belum mengetahui persis tentang bagaimana yang sebenarnya terjadi, karena pihaknya juga telah menghubungi pihak kepolisian, namun dirinya belum mendapatkan jawaban yang mengarah mengenai hal tersebut.

“Kita sedang mencari solusi juga. Ini masih terduga. Karena begini, kalau memang benar yang bersangkutan ditangkap karena terlibat teroris, yang silakan dan kita hargai proses hukum yang berlaku karena ini kan negara hukum. Tetapi kalau memang benar ditahan, kabarkan ke keluarga supaya pihak keluarganya tidak gundah,” kata Safaruddin kepada Penanegeri.com, Kamis (20/12) malam.

Safaruddin juga mengatakan, dalam prosedurnya, ketentuan penahanan biasanya paling lama satu atau dua Minggu untuk menjalani proses pemeriksaan.

“Ini yang menjadi persoalan istrinya datang mencari kemana suaminya yang ditangkap itu. Paling tidak, dengan kondisi seperti ini kita juga harus melihat kekhawatiran yang dialami keluarganya, karena sudah seminggu lebih tidak ada kabar,” tambahnya.

Surat penahanan yang diterima istri DA beberapa waktu lalu, sambung Safarudin, ketika dicek oleh istri DA berasal dari Mabes Polri. Kemudian dirinya mengecek dan tidak ada satupun Polisi di Aceh yang tahu masalah tersebut.

“Ke Polda Aceh juga saya cek, tapi Polda juga tidak tahu. Maksud saya begini, kalau memang ditahan, paling tidak dikabarkan bahwa yang bersangkutan sedang dalam penahanan, sehingga keluarga tidak khawatir. Kalau begini kan istrinya khawatir dimana sekarang, bagaimana keadaannya, baju tidak ada, makan dan sebagainya,” jelasnya.

Safaruddin mengkhawatirkan jika hal tersebut dapat berimbas pada istri DA dan keluarganya. Istri DA, lanjut Safaruddin, bisa jadi bingung memikirkan dan jika sedang hamil juga dikhawatirkan akan terjadi hal buruk terhadap anak-anaknya.

“Siapa saja pasti akan gundah dan khawatir jika mengalami hal seperti ini. Ini kan sudah satu Minggu tidak ada komunikasi setelah istrinya menerima surat penahanan terhadap suaminya. Tapi ditahan itu dimana, kenapa tidak dikabarkan secara detail,” imbuhnya.

Menurut Safaruddin, berdasarkan pengakuan istri DA ke dirinya, DA sejauh kegiatannya sebagai guru-guru hafiz Qur’an dan selebihnya tidak diketahui.

“Seandainya posisi DA diketahui oleh istrinya dan keluarganya itu saya rasa permasalahan selesai. Namun ini masih kabur dimana ditahan, bagaimana kondisinya, itu saja yang jadi persoalan,” tandas Safaruddin selaku advokat yang menerima kunjungan dari Istri DA.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *