oleh

Ini Petisi Mahasiswa Unsam Langsa di Depan Kantor DPRK

PENANEGERI, Langsa – Sekitar 500 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Samudera Langsa, melakukan aksi unjuk rasa menolak revisi UU KPK serta penanganan asap yang menyelimuti Kota Langsa, di depan kantor DPRK setempat, Senin (23/9).

Saat menggelar aksi, mahasiwa Unsam menyampaikan sejumlah petisi yakni, meminta RUU KPK agar dihapuskan.

Meminta Presiden untuk meninjau kembali Ketua KPK terpilih karena melanggar Kode Etik KPK.

Kemudian, meminta untuk meninjau kembali 10 Pasal pada RUU KUHP diantaranya Pasal 278, 414, 417 ayat (1), 419 ayat (1), 470 ayat (1). 471 ayat (1), 432, 218, 220, 241.

Meminta Pemerintah Pusat untuk mengusut tuntas kebakaran hutan dan lahan di pulau Sumatera dan Kalimantan

Terakhir, jika Pemerintah Pusat tidak mengusut tuntas kasus pembakaran hutan di Kalimantan dan Riau maka Bapak Jokowi mundur dari kursi Presiden.

Dalam petisi itu mereka juga meminta waktu 7 hari terhitung hari ini, DPRK Langsa harus sudah menyerahkan petisi ini kepada DPR RI. Apabila tidak dilaksanakan maka DPRK Langsa harus mengundurkan diri.

Baca Juga  7.506 Siswa SMP dan MTs di Bireuen Mulai Ikuti UNBK Serentak

Dihadapan ratusan mahasiwa, Ketua DPRK Langsa sementara, Zulkifli Latif menyampaikan, DPRK Langsa mendukung apa yang disampaikan mahasiswa dan kita sama-sama sepakat untuk tidak ada korupsi di Indonesia.

“Petisi ini akan kami tindak lanjuti, hal ini agar Indonesia selamat dari korupsi dan asap yang telah meresahkan masyarakat Indonesia harus segera diselesaikan,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRK Langsa Syaifullah menyatakan, terkait persoalan asap yang melanda Kota Langsa dan beberapa daerah lainnya telah ditangani oleh pihak yang berwenang. Namun, kita juga akan meminta kepada Pemerintah Pusat untuk segera menuntaskannya karena sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Petisi ini akan kami sampaikan kepada Presiden, DPR RI dan pihak terkait lainnya,” tutupnya.

Komentar

Berita Terbaru