oleh

Ini Sikap Forum Umat Islam Terkait Film The Santri

-Film, Pena Berita-867 views

PENANEGERI, Jakarta – Terkait beredarnya trailer (cuplikan) film The Santri yang menimbulkan kontroversi di tengah-tengah masyarakat, Forum Umat Islam (FUI) dengan tegas menolak keras pemutaran film tersebut.

“Menolak film The Santri karena disinyalir telah menyusupkan paham-paham liberal dalam film yang disutradarai oleh Livi Zheng, sosok yang selama ini berkarir di Hollywood Amerika dan disinyalir kurang paham akan kehidupan pesantren yang sebenarnya,” ucap Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam, KH Muhammad Al Khaththath melalui siaran persnya yang diterima Penanegeri.com, Senin (23/9).

Dalam cuplikan film The Santri yang beredar, sambung sekjen FUI, setidaknya ada dua pelanggaran syariat. Pertama, ada adegan santri yang masuk ke gereja dan yang kedua adegan dua orang santri yang bukan mahrom berdua-duaan.

“Dalam aturan Islam keduanya haram, dan khusus masalah masuk rumah ibadah agama lain dalam mazhab syafii yang digunakan mayoritas umat Islam terlebih juga menjadi mazhab banyak pesantren di Indonesia, itu juga jelas haram hukumnya,” tegasnya.

Baca Juga  Al Khathtath : Insya Allah 17 April Kemenangan Umat Islam

Lebih lanjut FUI menilai, ada upaya liberalisasi akidah atas nama toleransi agama. Padahal, sejak awal Islam sudah punya konsep universal terkait akidah. Yakni ayat “Lakum dinukum waliyadin” (QS. Al Kafirun ayat 6), agama tidak perlu dicampuradukkan. FUI menolak upaya itu, apalagi dicoba dimasukkan ke dalam pesantren.

“FUI juga menilai ada upaya liberalisasi akhlak, hal itu digambarkan dengan adegan dua santri yang berdua-duaan atau pacaran. Ini tentu bukan budaya santri. Selama ini pesantren begitu menjunjung tinggi nilai akhlak dan batasan pergaulan,” lanjut KH Al Khaththath dalam keterangan tertulisnya.

Terakhir, dengan munculnya berbagai kasus belakangan ini yang ditengarai sebagai upaya liberalisasi dan pluralisasi agama, maka FUI mengimbau agar fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor : 7 tahun 2005 tentang haramnya Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme (Sepilis) bisa disosialisasikan kembali oleh seluruh pihak khususnya oleh MUI agar umat Islam bisa lebih terjaga akidah dan akhlaknya.

“Upaya ini juga dalam rangka menyelamatkan lembaga pendidikan khususnya pesantren yang menjadi salah satu benteng umat Islam,” pungkas pernyataan resmi FUI itu.

Baca Juga  Kerusuhan Aksi 21 dan 22 Mei, Aparat Keamanan Dilaporkan ke Komnas HAM

Seperti diketahui, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menjadi produser eksekutif bersama Wakil Sekjen PBNU Imam Pituduh dalam film The Santri.

Sebelum FUI, kecaman senada juga diutarakan Habib Hanif Alathas, menantu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab itu mengatakan, The Santri telah memuat adegan yang tidak sesuai dengan budaya pesantren dan juga syariat Islam.

Menanggapi kritik tersebut, PBNU melalui Wasekjen Imam Pituduh telah angkat bicara. Ia mengatakan, film The Santri justru mengajarkan tentang kebhinekaan.

Komentar

Berita Terbaru