oleh

Ini Tiga Pertarungan yang Dipertimbangkan McGregor Jika Kembali ke UFC dan Tinju

PENANEGERI, UFC – Seperti dilansir laman MMAweekday, Minggu (22/10), UFC sedang mempersiapkan salah satu event terbesar pada 4 November mendatang di Kota New York, perusahaan tersebut juga siap untuk membuat kejutan.

Tidak hanya UFC 217 yang akan menghadirkan tiga pertarungan gelar juara, momen itu akan menandai kembalinya promosi olahraga tersebut ke Madison Square Garden untuk kedua kalinya sejak larangan 19 tahun, hal itu juga bertepatan setahun sejak Conor McGregor melangkah kaki di Octagon.

McGregor (21-3), juara kelas ringan UFC dan bintang besar saat ini, tampil di UFC 205 pada November tahun lalu dan membuat sejarah dengan mengalahkan Eddie Alvarez untuk menjadi juara dua divisi utama secara simultan dalam sejarah bela diri campuran itu.

Setelah absen lima bulan di awal tahun 2017 untuk kelahiran anak pertamanya, McGregor menghabiskan musim panasnya untuk persiapan debut tinju profesional, yang akhirnya kalah TKO pada ronde ke-10 dari Floyd Mayweather.

Absennya McGregor telah menyakiti UFC secara finansial, namun tanggal pasti kembalinya McGregor ke arena itu masih belum jelas. Tapi mengingat dia bisa meraih lebih dari $ 100 juta melawan Mayweather, banyak yang beranggapan bahwa McGregor lebih bersantai dan dispesialkan.

Tapi hanya petarung berjuluk “The Notorious” itu yang tahu pasti apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan berikut adalah tiga kemungkinan jika McGregor kembali ke pertarungan.

Kemungkinan besar dan menguntungkan, melawan Nate Diaz

Pertemuan kedua mereka pada bulan Agustus 2016 tetap merupakan pertandingan yang “paling menguntungkan” dalam sejarah MMA, dengan perkiraan pay-per-vie mencapai £ 1,65 juta.

Diaz adalah lawan McGregor yang terbilang paling sulit. Dan setelah dua pertarungan di kelas welter, pertemuan ketiga mereka dengan bobot 155 pound untuk berebut gelar juara akan menguntungkan McGregor.

Mengingat pembicaraan dan potensi pertarungan ini, UFC pasti akan dapat pemasukan besar dan meningkat dari yang sebelumnya, perusahaan itu pasti dapat memperoleh keuntungan dari dua petarung kelas dunia itu.

Paling kritis dan penting, melawan Tony Ferguson

Ini adalah pertarungan yang digembar-gemborkan presiden UFC, Dana White, terutama sejak Ferguson mengalahkan Kevin Lee dua pekan lalu untuk merebut gelar kelas ringan sementara. Pertarungan unifikasi ini juga akan membungkam kritik yang dihadapi UFC dan McGregor.

Dengan gaya mencoloknya, 11 kemenangan beruntun membuat Ferguson bukan hanya kandidat yang paling pantas tapi juga paling sempurna untuk menantang McGregor dari sudut pandang pemasaran.

Urusan yang belum “selesai”, melawan Paulie Malignaggi

Kembali ke ring tinju lebih cepat, terutama melawan pensiunan dunia tinju kelas ringan berusia 36 tahun akan menjadi pembuktian McGregor untuk semua orang yang mengkritiknya.

Keputusan seperti ini akan menjadi alasan yang tepat bagi UFC untuk melepaskan McGregor dari sabuknya, meskipun sulit membayangkannya karena promosi tersebut tidak akan sebesar pertarungan antara McGregor vs Mayweather.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *