oleh

Irak Segera Gempur ISIS di Tal Afar

PENANEGERI, Desk Internasional – Para penduduk sipil di kawasan Tal Afar dan sekitarnya mengungsi menjelang perang melawan kelompok ISIS di Tal Afar.

Ribuan orang melarikan diri dari Tal Afar seiring akan dilancarkannya invasi darat oleh pasukan Irak terhadap kelompok ISIS di wilayah Tal Afar dan sekitarnya.

Pengungsi menghadapi kondisi yang sulit karena mereka dihentikan oleh pihak berwenang saat mencoba melarikan diri pada puncak musim panas ini.

Diperkirakan 50.000 orang telah melarikan diri dari wilayah sekitar Tal Afar sejak April 2017.

Ribuan orang Irak terus melakukan eksodus mengungsi ke wilayah Kurdi, karena pasukan pemerintah Irak bersiap melancarkan serangan darat di wilayah utara Irak yakni Tal Afar dan sekitarnya yang dikendalikan oleh Negara Islam Irak dan Levant (ISIL atau dikenal ISIS).

Dewan Pengungsi Norwegia (Norwegian Refugee Council) menjelaskan pada hari Sabtu (19/8), bahwa pengungsi di dekat kota utara Tal Afar menghadapi kondisi yang keras dan berat, para pengungssi dihentikan oleh pihak berwenang di timur daerah Mosul dan Kurdi saat mereka mencoba melarikan diri dari pertempuran tersebut.

“Sangat sulit bagi mereka untuk bergerak,” kata Melany Markham, seorang juru bicara kelompok kemanusiaan, kepada kantor berita Al Jazeera, seraya menambahkan bahwa satu lokasi transit sudah pada kapasitas penuh, dan tidak dapat menampung lebih banyak pengungsi.

Dia mengatakan bahwa suhu di puncak musim panas antara 45 dan 50 derajat Celcius membuat perjalanan semakin berat.

Markham mengatakan bahwa sementara lokasi transit mereka di Hammam al-Alil penuh, kamp-kamp lain seperti di Khazar, sebelah barat kota Kurdi, Erbil, dapat menampung hingga 40.000 pengungsi.

Tal Afar dan daerah sekitarnya termasuk di antara kantong terakhir wilayah yang dikuasai ISIL di Irak, setelah kemenangan Pemerintah Irak atas kelompok ISIS diumumkan di Mosul, kota terbesar kedua di negara Irak.

Tal Afar berada di sebelah barat Mosul dan sekitar 150 km timur perbatasan Suriah, terletak di sepanjang jalan utama yang menjadi jalur suplai utama kelompok ISIL/ISIS.

Serangan koalisi udara mulai menargetkan pejuang ISIL di Tal Afar tersebut, hanya satu bulan setelah Pasukan Irak mendapat kemenangan di Mosul melawan ISIS, namun invasi darat masih harus dimulai.

Sedikitnya sekitar 50.000 orang telah melarikan diri dari daerah sekitar Tal Afar sejak April, dan setidaknya 50.000 lainnya dapat melarikan diri dalam beberapa hari dan minggu mendatang.

Jumlah itu selain diperkirakan satu juta pengungsi yang telah melarikan diri dari Mosul.

Cukup Siap untuk Perang Tal Afar

Pada 2014, sebelum ISIL menguasai kota, Tal Afar berpenduduk sekitar 200.000 orang.

Pada hari Jumat (18/8), para pemimpin militer senior AS mengatakan serangan darat oleh pasukan Irak di kota Tal Afar yang dikuasai ISIL akan “segera terbentang”.

“Saya tidak dapat mengatakan bahwa kita mengganti setiap kendaraan atau  senapan mesin yang rusak,” kata Letnan Jenderal Stephen Townsend, komandan tertinggi AS di Irak. Tapi, dia berkata, “Mereka akan cukup siap.”

Pasukan Peshmerga Kurdi juga turut mengamankan daerah dekat Tal Afar.

Guna persiapan jelang pertempuran yang akan datang, minggu Irak telah mengelompokkan pasukan dan memperbaiki peralatan dan senjata setelah merebut kembali Mosul pada bulan Juli.

Kantor berita Al jazeera melaporkan pertempuran di Mosul lalu mengakibatkan banyak korban pada pasukan Irak, dengan sebanyak 1.400 tentara tewas dan lebih dari 7.000 terluka.

Pemimpin militer Irak mengatakan Perdana Menteri Haider al-Abadi telah menyetujui rencana tempur mereka.

Pertempuran untuk merebut wilayah Tal Afar dan sekitarnya dari cengkeraman ISIS akan dimulai “dalam beberapa hari ke depan,” papar Brigadir Jenderal Yahia Rasool dari tentara Irak mengatakan kepada wartawan.

Berbicara melalui seorang penerjemah, dia mengatakan bahwa para pejabat meyakini ada sekitar 1.400 dan 1.600 petempur kelompok ISIL/ISIL di Tal Afar, banyak diantaranya adalah milisi ISIS berkewarganegaraan asing di luar orang asli Irak.

Brigjen Rasool mengatakan berbagai pasukan Irak telah mengepung Tal Afar.

“Saya rasa ini tidak akan lebih sulit dari pada pertempuran Mosul, dengan mempertimbangkan pengalaman yang kami dapatkan di Mosul,” kata Brigadir Jenderal Yahia Rasool dari tentara Irak . (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *