oleh

IRT Penjual Elpiji Diatas Harga Het Dikenakan Wajib Lapor ke Polisi

PENANEGERI, Bireuen – SA (36) warga Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen yang ditangkap tim Opsnal Sat Reskrim Polres karena diduga menjual gas elpiji bersubsidi 3 kilogram diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) dikenakan wajib lapor ke pihak kepolisian setempat.

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kasat Reskrim Polres Bireuen, Iptu Dimas Adhit Putranto kepada wartawan, Minggu (26/1) menjelaskan, sejauh ini SA tidak ditahan, tetapi ia tetap wajib lapor ke Polres Bireuen terkait temuan dan kedapatan menjual gas elpiji bersubsidi 3 kilogram itu diatas HET,” katanya.

Menurut Kasat, hasil pemeriksaan sementara terhadap SA, pelaku mengaku menjual gas elpiji bersubsidi 3 kilogram seharga Rp 22 ribu hingga Rp 24 ribu per tabung.

Seharusnya, harga gas elpiji 3 kilogram tersebut ditetapkan pemerintah sesuai HET yakni Rp 18 ribu per tabung, sementara SA menjualnya diatas HET yaitu Rp 22 ribu hingga Rp 24 ribu per tabungnya.

Diakui Dimas, SA mengaku membeli elpiji 3 bersubsidi itu disebuah pangkalan di kawasan Keude Bugak, Jangka diatas HET yakni sebesar Rp 20 ribu setiap tabungnya, selanjutnya SA kembali menjualnya dengan harga Rp 22 ribu hingga Rp 24 ribu setiap tabungnya.

Baca Juga  Sopir Xenia Korban Tabrakan di Aceh Timur Dikebumikan di Bireuen

“Kita juga mengimbau kepada masyarakat, apabila ada pedagang dan ikut penyalahgunaan gas elpiji 3 kilogram dengan menjual diatas HET, maka segera melapor ke Polsek terdekat,” harapnya.

Komentar

Berita Terbaru