oleh

Israel Takkan Lepas Detektor Logam di Gerbang Masuk Kompleks Masjidil Al-Aqsa

PENANEGERI, Desk Internasional- Israel mengatakan pada hari Minggu bahwa pihaknya tidak akan menghapus atau mencopot detektor logam yang telah dipasang di luar Kompleks Masjidil Al-Aqsa, Yerusalem, dimana pemasangan detektor logam ini  telah memicu bentrokan berdarah dengan orang-orang Palestina selama lebih dari sepekan ini.

“Mereka (detektor logam) akan tetap tinggal. Pembunuh tidak akan pernah memberitahu kita bagaimana untuk mencari para pembunuh,” kata Tzachi Hanegbi, menteri pembangunan daerah Israel, kepada Radio Angkatan Darat.

“Jika mereka (orang Palestina) tidak mau masuk masjid, maka biarlah mereka tidak masuk masjid,” tambahnya.

Khawatir dengan apa yang mereka anggap sebagai pelanggaran terhadap pengaturan akses masuk selama puluhan tahun yang rumit di situs tersuci ketiga di Islam, banyak orang Palestina menolak untuk masuk kompleks masjid Al-Aqsa melalui detektor logam.

Sebagai bentuk protes muslim Palestina memilih mengadakan sholat jamaah di jalan-jalan luar kompleks dan  telah  melakukan aksi unjuk rasa.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa dia akan menghentikan hubungan keamanan dengan Israel sampai mereka melepas pintu gerbang detektor logam yang dipasang di pintu masuk ke kompleks masjid Al-Aqsa setelah terjadinnya insiden dua petugas polisi ditembak mati pada 14 Juli.

Pemerintah sayap kanan Netanyahu waspada pada tekanan Palestina atas lokasi tersebut, yang oleh orang Yahudi dinyatakan sebagai sisa dua kuil kuno mereka..

Wilayah ini adalah di antara wilayah Yerusalem Timur yang direbut Israel dalam perang 1967, dan dianeksasi sebagai ibukotanya, dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional.

Kantor berita  Reuters melaporkan beberapa bentrokan ringan antara warga Muslim dan pasukan keamanan Israel terjadi setelah sholat di pintu masuk Kota Tua Yerusalem pada hari Minggu malam.

Sumber medis Palestina tidak melaporkan adanya luka serius.

Lonjakan ketegangan, dan kematian tiga orang Israel dan empat orang Palestina dalam kekerasan pada hari Jumat dan Sabtu, telah memicu reaksi secara  internasional dan meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengadakan sebuah pertemuan pada hari Senin (24/7) untuk mencari cara untuk menenangkan situasi.

Amerika Serikat telah mengirimkan Jason Greenblatt, perwakilan khusus utusan Presiden Donald Trump untuk melakukan negosiasi internasional, ke Israel pada hari Minggu malam dengan harapan dapat membantu mengurangi ketegangan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *