oleh

Israel Tutup Al Jazeera dan Larang Wartawan Al Jazeera Liputan di Israel

PENANEGERI, Desk Internasional – Israel mencabut ijin liputan bagi awak media dan wartawan Al Jazeera,  serta menutup kantor jaringan media Al Jazeera di Yerusalem.

Menteri Komunikasi negara Israel Ayoub Kara menyatakan pencabutan ijin liputan dan penutupan media dan TV Al Jazeera ini pada hari Minggu (6/8).

Pernyataan menteri komunikasi negara Israel tersebut ditujukan bagi TV dan jaringan media massa Al Jazeera baik saluran berbahasa Arab dan berbahasa Inggris.

Namun tidak jelas kapan aturan Menteri Komunikasi srael, Ayoub Kara ini akan diberlakukan.

Saat Menteri Komunikasi Israel Ayoub Kara mengadakan konferensi pers, pada hari Minggu, media dan TV Al Jazeera juga dilarang hadir.

“Kami telah mendasarkan keputusan kami bergerak (dengan) negara-negara Arab Sunni untuk menutup kantor Al Jazeera dan melarang pekerjaan mereka,” ujar Menteri Komunikasi Israel Ayoub Kara, menambahkan bahwa saluran tersebut digunakan oleh kelompok-kelompok untuk “menghasut” kekerasan – sebuah tudingan yang telah ditolak oleh Al Jazeera.

Menteri Kara mengatakan dia mengharapkan parlemen Israel, Knesset, untuk mempertimbangkan permintaannya di sesi berikutnya.

“Saya akan melalui mekanisme legislasi untuk menciptakan wewenang dimana saya dapat bertindak dengan bebas, kami akan berusaha untuk mengakhirinya secepat mungkin.”

Media Al Jazeera, melaporkan dari Yerusalem pada hari Minggu (6/8), mengatakan bahwa permintaan untuk mencabut ijin meliput tersebut mencakup jaringan wartawan Al Jazeera di saluran  berbahasaArab dan saluran siar berbahasa Inggris.

Israel bergerak untuk menutup Al Jazeera

Tidak jelas kapan pemerintah akan bertindak atas permintaan tersebut.

Koresponden Al Jazeera juga melaporkan bahwa Israel juga berusaha menghentikan transmisi kabel dan satelit media Al Jazeera di negara tersebut.

Selama konferensi pers, Menteri Kara juga mengatakan bahwa kementerian dalam negeri juga akan terlibat dalam menutup kantor Al Jazeera di Yerusalem.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengancam untuk menutup operasi Al Jazeera di negara tersebut,  serta telah menuding jaringan Al Jazeera menghasut kekerasan terhadap Israel. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *