oleh

Jadi Bandar Narkoba, Oknum Polisi Berhasil Ditangkap Polres Bireuen   

PENANEGERI, Bireuen – Akibat terlibat dan menjadi bandar narkoba, seorang oknum anggota Polres Bireuen, Brigadir MU bin ZA (30) warga sebuah gampong di Kecamatan Peusangan, akhirnya ditangkap pihak kepolisian Polres setempat.

Saat diamankan, oknum polisi ini masih mengenakan pakaian dinas seragam polisi.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK, M.Si kepada Penanegeri.com dalam jumpa pers, di Mapolres setempat, Senin (3/12) menjelaskan, ditangan MU bin ZA ini, tim Opsnal Polres berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 250 gram.

“Tersangka MU bin ZA ini kita tangkap di kawasan Keudee Matang Glumpang Dua, Senin (26/11) lalu, sekira pukul 15.00 WIB,” katanya.

Diakui Kapolres, MU bin ZA kita amankan setelah pengembangan kasus narkoba atas nama tersangka berinisial AR bin YUS (25) warga Alue Peuno, Peusangan yang diketahui memiliki dan menyimpan 25 gram sabu.

Dijelaskan Gugun Hardi Gunawan, mereka ini diduga jaringan dari Banda Aceh, terakhir saat dikembangkan, polisi kehilangan jejak terhadap bandar yang lebih besar.

“Kita tidak pernah mentolerir, bila personel ikut terlibat dalam peredaran narkoba, ataupun penyalahgunaan narkotika. Maka tetap ditindak dan tidak tebang pilih, apa bila personel ikut terlibat dengan kriminalitas tetap diproses hukum antara warga masyarakat umum dan polisi,” katanya.

Baca Juga  Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Box Terbalik di Jeunieb Bireuen

Di samping kedua tersangka tersebut, sepanjang November lalu polisi juga berhasil membekuk dua warga lainnya yang ikut terlibat sindikat peredaran gelap narkoba dalam kasus berbeda.

Selain MAU bin MNI (20) warga Janggot Seungko, Jeunieb, pihaknya juga mengamankan MAW bin SUL (47) warga Blang Tambue, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.

“Dari kasus penangkapan sejak 12 November hingga 29 November, Satres Narkoba telah berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 463 gram,” sebutnya.

Ke empat tersangka ini diduga berperan sebagai pengedar dan dijerat pasal 114 ayat (2) jo pasal 112 ayat (2) UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun, dan maksimal hukuman mati.

Komentar

Berita Terbaru