oleh

Jadi Bandar Sabu, Sipir Lapas Langsa dan Istrinya Terancam Hukuman Mati

PENANEGERI, Langsa – Seorang sipir Lapas Kelas II B Langsa, Dusthur (36) dan istrinya, Nur Maida (31) diancam hukuman mati karena menjadi bandar narkotika jenis sabu.

Kedua warga Aceh Timur itu diancam dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor : 35 tahun 2009, tentang narkotika, dengan ancaman hukuman mati,” sebut

Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari menungkapkan, ini hasil operasi BNN bekerjasama dengan Bea Cukai, TNI/Polri serta beberapa pihak lainnya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama memberantas narkoba,” ujarnya saat menggelar konfrensi pers di Langsa, Jumat (11/10).

Pengungkapan itu, lanjut Arman Depari, berawal dari informasi masyarakat bahwa ada pengiriman narkotika dari Malaysia ke perairan Aceh Timur dengan menggunakan boat. Selanjutnya tim BNN melakukan penyelidikan dan hasilnya dicurigai ada salah satu oknum ASN yang bertugas di Lapas Kelas 2 B Langsa terlibat dalam peredaran gelap narkotika tersebut.

Kemudian, tim BNN memperdalam penyelidikan tersebut dan pada Senin (7/10) sekitar pukul 12.37 WIB, berhasil menangkap Dastur di Langsa, dari pengakuannya ada sabu di rumahnya. Lalu, pada hari yang sama tim BNN melakukan pengepungan di rumah Dasthur di Idi Rayeuk dan berhasil mengamankan istrinya, Nur Maida.

Baca Juga  Dapur Rumah Warga di Juli Bireuen Tertimpa Tiang Listrik

Sambung Arman Depari, dari pengakuan istrinya, tim ditunjukan tempat penyimpanan sabu yang berada di sebelah lemari dapur rumahnya dan menemukan satu karung warna putih yang di dalamnya terdapat 19 kilogram sabu. Selanjutnya, Nur Maida kembali menunjukan sabu lainnya yang disimpan di dalam lemari dapur sebanyak 1 kilogram.

“Berdasarkan pengakuan tersangka, Dusthur, bahwa awalnya ia menerima sebanyak 48 kilogram sabu. Namun, saat ditangkap tersisa 20 kilogram dan sisanya 28 kilogram sudah didistribusikan ke Lhokseumawe, Langsa dan Medan. Petugas juga mengamankan mobil Honda Civic Nopol BK 6 RY, 2 unit Hp milik kedua tersangka,” pungkas Irjen Pol Arman Depari.

Konfrensi pers pengungkapan keterlibatan sipit lapas didampingi Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjel Pol, Drs Faisal Abdul Naser, MH, Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE, Dandim 0104/Aceh Timur, Letkol Czi, Hasanul Arifin Siregar, S.Sos, M Tr (Han), Kepala BNN Langsa, AKBP Navri Yuleni, SH, MH dan Wakapolres Langsa, Kompol Budi Darma dan pejabat lainnya, saat menggelar konfresi pers, Jumat (11/10).

Komentar

Berita Terbaru