oleh

Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Muara Enim Ditahan KPK

PWNANEGERI, Jakarta – KPK menahan Bupati Muara Enim Ahmad Yani tersangka kasus dugaan suap berkaitan dengan pekerjaan proyek di Dinas PUPR di wilayahnya. Ahmad ditahan selama 20 hari ke depan.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan selain Ahmad Yani, KPK juga menahan dua tersangka lain yakni Kepala Bidang Pembangunan Jalan dana PPK di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Elfin Muhtar dan seorang dari pihak swasta Robi Okta Fahlefi. Mereka ditahan di rumah tahanan yang berbeda.

“Ahmad Yani ditahan Rutan Polres Jakarta Pusat, ROF (Robi Okta Fahlefi) di Rutan Polres Jakarta Timur dan Elfin di Rutan KPK cabang Guntur,” ucap Febri kepada wartawan, Rabu (4/9/2019).

Dalam perkara ini, KPK menetapkan tiga tersangka terkait kasus dugaan suap berkaitan dengan pekerjaan proyek di Dinas PUPR di Kabupaten Muara Enim.

Sebagai pemberi:
1. Robi Okta Fahlefi dari PT Enra Sari

Sebagai penerima
1. Bupati Muara Enim Ahmad Yani
2. Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan PPK di Dinas PUPR Muara Enim Elfin Muhtar.

Bupati Muara Enim Ahmad Yani

Ahmad diduga menerima uang USD 35 ribu dari Robi. Uang tersebut diduga commitment fee 10 persen untuk mendapatkan 16 paket pekerjaan dengan nilai Rp 130 miliar.

Selain uang USD 35 ribu, KPK menduga Ahmad pernah menerima uang sebelumnya dengan total Rp 13,4 miliar. Basaria menyebut uang Rp 13,4 miliar terkait berbagai paket pekerjaan di lingkungan kabupaten itu.

Akibat perbuatannya, Ahmad dan Elfin dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Robi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*/dtc)

Komentar

Berita Terbaru