oleh

Jadi Tersangka, Vanessa Angel Dijerat dengan UU ITE

PENANEGERI, Surabaya – Artis  VA alias Vanessa Angel resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus prostitusi online.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Inspektur Jenderal Luki Hermawan mengatakan penetapan ini berdasarkan hasil gelar dari pemeriksaan terakhir terhadap Vanessa Angel.

Selain telah melakukan gelar perkara hingga pemeriksaan rekam data digital forensik pada handphone Vanessa, penyidik juga telah memeriksa ahli ITE, ahli bahasa, ahli pidana hingga ahli agama dari Kementerian Agama dan MUI.

VA (Vanesa Angel) dijerat dengan Pasal 27 ayat (1) UU ITE, beberapa bukti yang dikantongi penyidik berhubungan dengan transaksi jasa seksual yang dilakoni VA melalui muncikari saling terkait dan saling menguatkan.

Vanessa dijerat dengan pasal 27 ayat 1 ini terkait dengan kegiatan Vanessa yang mengeksplor dirinya.

Vanessa diketahui  kerap mengirimkan foto dan video tak senonoh melalui pesan elektronik di handphone kepada muncikari.

“Ada komunikasi bahkan pengiriman foto dari pribadinya (VA) dan dishare kepada beberapa tersangka sebelumnya (muncikari ES, TN, dan F) yang sudah kita amankan (serta tiga muncikari lain yang masih buron.”

“Pasal yang kami tetapkan pasal 27 ayat 1 undang-undang ITE,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (16/1/2019).

Sebagaimana pasal 27 ayat 1 menyebut, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Selanjutnya, video ini pun tersebar. Para muncikari menggunakan foto dan video tak senonoh ini untuk menawarkan Vanessa kepada pelanggan prostitusi online.

“Pertimbangannya tadi sudah saya sampaikan yang bersangkutan secara langsung mengeksplor dirinya, mengeksploitasi dirinya langsung dengan muncikari, ada komunikasi,” ungkap Luki.

Penyidik, kata Luki, sudah membuat surat panggilan ditujukan kepada VA untuk diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka. VA diminta datang pada Senin pekan depan, 21 Januari 2019. Apakah penyidik akan menahan VA?” Yang jelas nanti pada hari Senin kita akan panggil yang bersangkutan,” ujarnya.

Kasus prostitusi online kelas atas diusut Polda Jatim sejak pekan pertama Januari 2019 lalu. Kasus bermula ketika aktris VA digerebek melakukan transaksi kencan esek-esek bersama seorang pria. Di hari yang sama model wanita berinisial AS diamankan di Tol Waru diduga juga bertransaksi esek esek.

Di hotel pula diamankan tersangka muncikari berinisial ES. Malamnya tersangka muncikari TN diamankan di Jakarta. Berdasarkan hasil penyidikan sementara, sebanyak total 45 artis dan seratusan model dijajakan tersangka ES dan TN kepada lelaki hidung belang.

Selain ES dan TN, empat muncikari lain diduga berhubungan dengan aktris VA. Satu berinisial F berhasil ditangkap di Jakarta pada Senin malam kemarin. “Satu orang buron (inisial W) dan dua dalam pengejaran,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera. (mus)

Artis Vanessa Angel atau VA ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur pada Rabu, 16 Januari 2019.

Vanessa yang berada di Jakarta langsung menggelar konperensi pers bersama kuasa hukumnya di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu 16 Januari 2019. Pada kesempatan itu, Vanessa tampak lesu. Sambil tertunduk, Vanessa mengaku pasrah dengan status tersangka yang melekat padanya. “Aku rasa di sini aku mau ngomong benar atau salah sama saja, tidak akan mengubah situasi apa pun. Saya pasrah,” katanya. (*/Red)

Komentar

Berita Terbaru