oleh

Jaksa Bireuen Tetapkan Tersangka Proyek Pengaman Tebing di Samalanga

PENANEGERI, Bireuen – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek perbaikan pengaman tebing Krueng Samalanga, Bireuen, tahun 2016.

Tersangka ini diduga ikut terlibat korupsi perbaikan pengaman tebing Krueng Samalanga dari Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sumber dana APBN sebesar Rp 6,2 miliar.

Dari ketiga tersangka, dua orang diantaranya merupakan rekanan proyek Perbaikan Pengaman Tebing Krueng Samalanga, sementara satu lagi merupakan PPK dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen.

Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen, Mochamad Jefrry, SH, M.Hum saat menggelar konferensi pers di kantor Kejari setempat, Senin (10/12) menjelaskan, ketiga tersangka ini yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari BPBD Bireuen, Mul lalu TM pemilik perusahaan, dan tersangka ketiga Naz sebagai Direktur Perusahaan PT Yedecober Jaya Abadi.

Dalam jumpa pers itu, Kajari Bireuen itu didampingi Kasi Pidum, Teuku Hendra Gunawan, Kasi intel, Fakhrillah, SH, MH, Kasi Pidsus Roby Syahputra SH, MH serta sejumlah staf Kejari lainnya.

Baca Juga  Kejari Bireuen Musnahkan Barang Bukti yang Telah Inkrah

“Minggu depan, 18 Desember 2018 akan dilayangkan pemanggilan dan pemeriksaan kepada ketiganya sebagai tersangka,” terangnya.

Dikatakan Mochamad Jefrry, pihaknya akan memperdalam siapa-siapa yang ikut terlibat dan bertanggungjawab pada proyek perbaikan pengaman tebing Krueng Samalanga tersebut.

“Bisa saja nanti akan ada tersangka baru, kami tetap tidak menutupi kasus ini, sehingga tidak  menimbulkan fitnah,” jelas Mochamad Jefrry.

Sbelumnya, lanjur Mochamad Jefrry, pihaknya juga sudah memanggil dan memintai keterangan mantan Kepala Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, FH sebagai saksi.

Namun terkait statusnya nanti, apakah bisa jadi tersangka atau tidak, maka akan tergantung hasil pendalaman dalam kasus ini.

Sedangkan jumlah kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tersebut, masih dalam perhitungan, diperkirakan lebih dari Rp 1 miliar.

“Dalam kasus ini, proyek perbaikan pengaman tebing Krueng Samalanga yang dikerjakan itu  kekurangan volumen dan tidak sesuai spesifikasi,” sebutnya.

Komentar

Berita Terbaru