oleh

Jangan Sia-siakan Kesempatan Menuntut Ilmu di Luar Propinsi Papua Bagi Mahasiswa Papua

Opini oleh : Drs. Slamet Subekti, M.Hum.

PENANEGERI, Opini – Kita mencoba membicarakan tentang pendidikan di Papua dan seperti kita ketahui bahwa pendidikan merupakan salah satu faktor kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan survei yang dilakukan change.org yang bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Survei tersebut dilakukan terhadap beberapa responden dan survei yang dilakukan melalui situs change.org memperoleh hasil bahwa kualitas pendidikan rendah adalah masalah utama di Papua, selanjutnya diikuti infrastruktur serta transportasi dan eksploitasi sumber daya alam serta investasi.

Ketika survei dilakukan secara spesifik terkait permasalahan pendidikan masih menempati posisi tinggi di antara permasalahan-permasalahan yang lain.

Permasalahan di bidang pendidikan semakin diperkuat dengan keinginan responden untuk memperbaiki sumber daya manusia (SDM) di Papua.

Dalam hal ini sumber daya manusia meliputi Guru (tenaga pengajar) dan siswa. Untuk Guru menjadi permasalahan utama yang berlaku umum dimanapun khususnya di Tanah Papua serta selanjutnya siswa mulai dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tingkat tinggi sebagai potensi dasar untuk tercapainya pendidikan yang maju.

Kompetensi tenaga pengajar di Papua dirasa belum merata, karena tenaga pendidik yang memadai hanya berada di wilayah Perkotaan sedangkan di daerah pedalaman masih terbatas.

Perlu adanya pemerataan tenaga pendidik yang merata baik yang ada di Perkotaan maupun daerah pedalaman di Tanah Papua, dengan harapan Siswa-siswa mendapatkan penerimaan kualitas pendidikan yang sama.

Program pemerintah dari Kemendikbud tentang Program Guru Garis Depan (GGD) dan Guru yang bertugas di daerah khusus. Program GGD dilakukan sebagai upaya untuk memeratakan akses pendidikan dengan meningkatkan ketersediaan tenaga pendidik di daerah. Selain itu juga ada Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) merupakan salah satu upaya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam hal pemerataan kualitas pendidikan khususnya bagi anak-anak Papua dan Papua Barat terbaik serta daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) lainnya.

Mereka disiapkan agar memiliki kemampuan belajar yang setara dengan sebagian besar anak-anak di pulau Jawa dan Bali.

Pemerintah pusat mengeluarkan Inpres No 9 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Menekankan komitmen untuk percepatan bidang kesehatan dan pendidikan, pengembangan ekonomi lokal, infrastruktur dasar, infrastruktur digital dan konektivitas yang membuka isolasi wilayah dan mendorong pengembangan kawasan potensial.

Program tentang Affirmative Action untuk menerima calon mahasiswa putra-putri asli asal Papua untuk melaksanakan perkuliahan di Perguruan Tinggi Negeri yang tersebar di wilayah Indonesia. Penerimaan calon mahasiswa ini melalui kerjasama dengan Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat.

Dalam lingkup pendidikan terdapat statement dari Yohanes Surya (Fisikawan ternama Indonesia) bahwa tidak ada anak yang bodoh karena semua anak terlahir luar biasa, namun metode pendidikan yang ada saat ini belum maksimal untuk mengeluarkan potensi hebat pada diri setiap anak.

Anak yang dibilang bodoh apapun kalau mendapat guru yang hebat maka akan menjadi pintar. Seperti halnya apabila di Tanah Papua mendapat fasilitas pendidikan yang bagus pasti akan mencetak hasil yang bagus.

Arti pendidikan membuka peluang ketenagakerjaan yang pada dasarnya setiap manusia hidup harus bekerja dan mempunyai pekerjaan guna agar dapat memenuhi kebutuhan hidup baik secara untuk pribadi maupun orang lain.

Khususnya ketenagakerjaan masyarakat Papua sebagai tenaga ahli di daerahnya, hal itu secara langsung dapat mensejahterakan kehidupan di Tanah Papua. Selain itu dengan pendidikan yang tinggi akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Papua.

Menurut data statistik ataupun hasil survey secara umum pendidikan di Tanah Papua masih kurang, akan tetapi lambat laun pendidikan di Tanah Papua pasti akan menjadi lebih baik dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan pendidikan di Tanah Papua. Selagi ada harapan dan keinginan mewujudkan hal tersebut bukan hal yang tidak mungkin untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik di Tanah Papua.

“Ayo sebagai generasi muda Papua belajar yang rajin karena pendidikan itu penting, Sayangi Papua dengan mengukir Jutaan prestasi pendidikan!. Jangan melakukan hal-hal di luar kegiatan belajar mengajar yang dapat merugikan diri sendiri karena terprovokasi dari ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Karena Ilmu pendidikan yang didapat nantinya sangat bermanfaat untuk dapat membangun kesejahteraan Papua dalam bingkai NKRI”.

Penulis : Drs. Slamet Subekti, M.Hum.

Komentar

Berita Terbaru