oleh

Jarak Tempuh Jauh, Puskesmas Lokop Bantu Warga Daftar JKN-KIS

PENANEGERI, Aceh Timur – Meski jarak tempuh jauh dari pusat Kabupaten Aceh Timur tidak menjadi halangan bagi warga Lokop, Kecamatan Serbajadi untuk mendapatkan kemudahan terkait hak jaminan sosialnya dalam bidang kesehatan.

Pengurusan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) warga setempat, kini difasilitasi oleh Kepala Puskesmas Lokop beserta jajarannya dengan mengumpulkan dokumen yang dipersyaratkan untuk kemudian diproses secara kolektif untuk pendaftaran maupun perubahan datanya.

“Koordinasi dan komunikasi yang baik antara BPJS Kesehatan dan jajaran Puskesmas Lokop sudah berjalan cukup lama dan semakin intens sejak November 2017. Disamping menjalankan fungsinya selaku penyelenggara layanan kesehatan dalam Program JKN-KIS, Puskesmas Lokop juga aktif mengedukasi masyarakat agar paham prosedur penggunaan KIS. Tak hanya itu, Puskesmas tersebut juga secara konsisten memberikan edukasi yang baik kepada warga agar kesehatannya terjaga,” papar Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Aceh Timur, Rustam, Kamis (28/2).

Disebutkannya, sampai dengan Februari 2019, cakupan peserta Program JKN-KIS di Kecamatan Serbajadi telah mencapai 6.283 jiwa atau 95,49 persen dari jumlah penduduk setempat.

Menurut Rustam, peningkatan jumlah kepesertaan harus diimbangi dengan ketersediaan sarana dan prasarana untuk menjawab kebutuhan ribuan peserta tersebut.

Lanjutnya, perhitungan kami, masih ada sekitar 500 jiwa penduduk yang belum terdaftar sebagai peserta Program JKN-KIS. Bisa dibilang keadaan geografis dan jarak turut mempengaruhi percapaian Universal Health Coverage (UHC), karena masyarakat akan berpikir dua kali untuk mengurus langsung KIS, apalagi hanya untuk melakukan perubahan data. Oleh karena itu, dukungan dari Puskesmas Lokop sangat kami hargai.

“Bersamaan dengan kedatangan jajaran Puskesmas Lokop, dilakukan pencatatan dan rekapitulasi distribusi Kartu Indonesia Sehat segmen PBI-APBN tahap 10 tahun 2018 sebanyak 61 amplop dengan 260 peserta. Sampai dengan Desember 2018, tercatat 418 kartu telah diproses secara kolektif yang meliputi pendaftaran peserta baru dan perubahan data peserta,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Lokop, A. Kadir, menuturkan, tekad dan niat tulus untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat merupakan alasan utama kami bersedia menjadi fasilitator dalam pengurusan KIS.

“Setidaknya hal ini akan membantu mengurangi beban biaya yang harus dikeluarkan masyarakat,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *