oleh

Jembatan Gantung di Gampong Dayah Seupeng Ancam Keselamatan Warga

-Aceh-17 views

PENANEGERI, Lhokseumawe – Jembatan gantung di Gampong Dayah Seupeng, Geureudong Pase, Aceh Utara, ancam keselamatan warga. Pasalnya, jembatan yang berkontruksi kayu itu kondisinya sangat memprihatinkan, sehingga tak layak untuk dilintasi.

Salah seorang petani sawit di gampong setempat, Ismaila, kepada Penanegeri.com, Selasa (12/2) mengatakan, jembatan gantung tersebut dibangun sekitar tahun 2008, dan mengalami kerusakan sejak tahun 2016.

Ia juga menjelaskan, belum lama ini warga dan petani sawit terhambat beraktivitas saat panen tiba, dikarenakan ada mobil yang tersangkut di lantai jembatan tersebut, disebabkan rapuh dimakan usia.

Akibat kondisi itu, sekitar satu bulan kami terpaksa berhenti sebentar tidak memanen sawit hingga membusuk karena tidak bisa menyeberang akibat jembatan rusak. Untuk mengatasi persoalan itu, maka warga secara swadaya mengumpulkan uang untuk membeli kayu seadanya yang dipergunakan untuk memperbaiki jembatan yang rusak.

Selain itu juga, masyarakat kerap kali tergelincir karena menghindari lubang yang ada di jembatan gantung itu. Kondisi ini membuat masyarakat merasa cemas dan ekstra hati-hati jika melintas pada jembatan tersebut.

Baca Juga  Tiga Anak Yatim Piatu Asal Medan Rindukan Sanak Familinya di Bireuen

Geucik Gampong Dayah Seupeng, Marzuki Aji menyebutkan, kodisi saat ini, jembatan gantung tersebut sudah mulai miring ke sisi kanan, kondisi membuat warga yang berprofesi sebagai petani sangat kawatir saat melewati jembatan tersebut, karena bisa kapan saja putus.

“Saat ini sudah sangat jarang sekali mobil pengangkut sawit melintas dari jembatan itu, karena kondisinya tidak layak lagi, mungkin hanya orang yang berani yang melintas di jembatan tersebut, masyarakat terpaksa melintas karena itu jembatan satu-satu nya untuk menyebrang ke ladang.” imbuh Marzuki Aji.

Atas kondisi ini, dirinya mewakili masyarakat mengharapkan kepada pemerintah setempat untuk segera memperbaiki jembatan tersebut dan jika perlu harus rehap total dengan kapasitas yang besar, hal ini untuk memudahkan petani jika melintas di jembatan tersebut dengan membawa hasil sawitnya.

“Jembatan ini alangkah baiknya di bangun lebih besar lagi dengan kapasitas lebih dari 10 ton, hal ini agar bisa dilewati oleh mobil-mobil pengangkut sawit dengan demikian akan memudahkan petani untuk memetik buah sawit di kebunnya masing-masing,” tutupnya.

Komentar

Berita Terbaru