oleh

Jika Lambat Disalurkan, Bantuan Covid di Bireuen, Dikhawatirkan Kadaluarsa

PENANEGERI, Bireuen – Penyaluran bantuan sembako untuk warga imbas Covid-19 ke desa, di 16 kecamatan dalam Kabupaten Bireuen hingga kini belum terealisasi, Jumat (24/4).

Sementara yang baru terealisasi penyaluran bantuan bagi warga yang terimbas Covid-19, di Kecamatan Kota Juang. Sedangkan 16 kecamatan lain belum juga disalurkan.

Menanggapi hal ini, Anggota DPRK Bireuen dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H Hasanuddin Usman, Jumat (24/4) meminta Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial setempat segera menyalurkan bantuan sembako tersebut.

“Kita berharap, bantuan itu jangan sampai kelamaan disimpan di gudang, kita takutkan mie instan-nya bisa kadaluarsa saat diterima oleh masyarakat,” ujarnya.

Sejatinya, tambah Hasanuddin, Dinsos dapat segera menyalurkan bantuan tersebut bagi masyarakat miskin terdampak Covid-19.

Apalagi saat ini telah memasuki bulan puasa Ramadhan. Desakan ini, lanjut Hasanuddin, karena adanya keluhan dari sejumlah geuchik di kecamatan, terkait terlambatnya penyaluran bantuan sembako dari Pemkab Bireuen.

“Kalau keterlambatan karena kekurangan armada truk pengangkut sembako, maka Pemka Bireuen dapat menambah armada pengangkutan lain, atau meminta bantuan truk dari TNI/Polri,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan, informasi armada milik Dinsos hanya dua unit, maka sangat sulit melakukan pendistribusian sembako ke 16 kecamatan, apalagi di Bireuen ada 609 desa.

“Bila kendalanya armada, para geuchik diyakini siap menjemput bantuan sembako tersebut ke gudang Dinsos. Tujuan geuchik, bantuan segera disalurkan kepada masyarakat di setiap desa, dan tidak harus menumpuk digudang Dinsos,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *